Laula terdiam setelah mendapat ciuman dan teriakan sekaligus dari belakang.
"Weh gila sih,lo udah berani cium-cium, gue bilangin bokap loe" kata Adrino sambil nyengir.
"Jangan donk,lo mah gitu mainnya lapor laporan,damai ajalah" balas Laula sambil meraih jas dari Brian.
"Boleh sih boleh,tapi ya tangan gue itu rasanya gantel gitu kalo belum ada sesuatu yang nempel" Andrino berakting menggaruk tangannya.
Laula berbalik menghadap Brian dan tersenyum lebar.
"Hmm,om pinjem uang dulu ya"
"Untuk apa?" tanya Brian datar.
"Buat dia,nanti kalo dia bilang ke papah gimana?" bisik Laula sambil memegangi ujung jas Brian.
"Biar aja toh kita akan bertunangan,jadi wajar kalo saya cium tunangan saya sendiri" balas Brian dengan suara yang masih bisa didengar Andrino.
"Gila lo,mau tunangan sama om-om.ga kuat dj bawa gue pergi aja" ledek Andrino membuat Laula kesal tak karuan.
"Berisik ya loe,mending gue mau tunangan sama om-om daripada loe sama yang lebih ditua aja ditolak,gagal ya loe mengikuti jejak Nick jonnes,haha" tawa Laula kencang membuat orang yang lewat menatap kerah mereka.
"Berisik lo,perempuan bar-bar,om jangan mau tunangan sama dia dih tawa nya aja kaya tarzan wati" Andrino pura-pura merinding.
Laula melepas sepatu nya dan hampir saja terkena Andrino jika ia tak berlari cepat.
"Pergi loe,dasar anak siluman" teriak Laula pada Andrino yamg sudah masuk kedalam mobil dan menjalankannya.
"Dengar ya om,itu tuh salah om coba lo ga cium gue pasti tuh anak siluman enggak ngejek gue" tudik Laula sambil menujuk kearah Brian.
Brian memegang telunjuk Laula dan menariknya tangannya hingga Laula menubruk dada bidangnya.
"Saya akan cium kamu lagi disini jika kamu masih pake lo gue jika bicara pada saya" bisik Brian.
Laula mendorong Brian hingga pelukannya terlepas.
"Dalam mimpi mu" ujar Laula lalu berjalan menaiki mobil.
Brian hanya tersenyum tipis,sebelum menaiki mobil dan melajukannya.
"Om kalo gini mah bayarannya harus double,kan perjanjiannya cuma kita sama keluarga om yang tahu tapi ini tuh mahluk asral tahu juga" ujar Laula menatap Brian.
"Kau tenang saja" tanpa sadar tangan Brian mengelus kepala Laula lembut,membuat siempunya membeku dengan pipi mereh.
Tak lama Brian tersadar dan kembali menarik tangannya itu,lalu suasana menjadi canggung hingga mereka sampai dirumah Laula.
"Ekhmm,makasih ya om udah nganterin aku,aku turun dulu ya" kata Laula sebelum membuka pintu mobil.
"Tunggu,saya mau bicara dengan kedua orang tua mu dan mengajaknya makan bersama" ujar Brian membuat Laula terkejut.
"Ga usah om,kan kita cuma pura-pura" balas Laula
"Saya ingin semua nya menjadi nyata,jadi saya akan bertemu dengan orang tua mu" balas Brian hingga membuat Laula terdiam dan menurut saja.
'Apa maksud dari menjadi nyata' inner Laula berbicara.
Laula dan Brian memasuki rumah dan terlihat jika keluarga Laula sedang berkumpul sambil menonton tv dan meminum teh.
Laula berjalan perlahan mereka dan saat sudah dibelakang ayahnya,ia merasa ragu untuk menepuk pundak papah nya.tapi malah adik nya berbalik.
"Woi kak,sama siapa?" tanya adik nya hingga membuat semuanya menoleh pada pada Brian dan Laula.
"Mmm,pah ini kenalin..ini,,mmm" Laula kegugupan.
"Saya Brian,saya ingin menikahi putri bapak" ujar Brian to the point.
"Brian,tunggu Brian shoemaker,pemilik shoemaker kontrusi kan?" tanya pak Hartanto antusias.
"Iya benar pak" jawab Brian
"Silahkan duduk pak,maaf sangat berantakan" ucapan papah nya hanya bisa membuat mulutnya melongo.
Brian pun langsung duduk sedangkan Laula hanya berdiri mematung karena bingung harus apa.
"Saya kesini untuk meminta putri bapak untuk menjadi istri saya" jelas Brian sekali lagi.
"Is....,istri,dia?" tunjuk pak Hartanto pada Laula yang semakin kaget.
"Iya,jika bersedia nanti malam saya akan bicara dengan ayah saya dan saya juga minta izin untuk Laula ikut jika bisa dengan bapak dan ibu sekalian" Brian meminta izin pada pak Hartanto yanh masih bingung.
"Kalo begitu silahkan anda tanyakan pada anak nya sediri kalo saya sih mau aja,jika bapak mau dengan dia yang belum bisa apa-apa itu dan lihatlah wajanya" kata pak Harjono
"Pah,aku bisa masak terus nyuci piring, aku juga cantik" protes Laula dengan sebal.
"Iyah,papah tahu kok,gimana nih lamarannya,papah jadi bingung gini" bisik pak Harjono pada Laula.
"Ya udah om karena kita saling cinta nih,aku terima lamarannya" putus Laula sambil tangan yang kiri mengajungkan jempol.
'Sumpah deh kalo bukan tuh karena cincin yang harganya aneh banget,gue ga bakal kaya gini' lanjut Laula dalam hati
"Ya sudah nanti saya jemput jam delapan malam,kalo gitu saya pamit dulu" Brian berdiri dan menyalami orang tua Laula dan kemudian berjalan kearah Laula dan mencium kening nya.
"Hati-hati di jalan" bisik Laula tanpa sadar.
Sepergi Brian keluarga itu menjadi heboh dan menanyai banyak sekali pertanyaan sampai-sampai Laula pusing sendiri karena harus mengarang tapi tidak bebas.
"Udah,stop pertanyaan nya,Laula bingung mau kekamar aja" ujar Laula lalu naik keatas.
.
.
.
.
.
.
.
.
Sekarang susah pukul setengah delapan malam dan Laula masih tidur sampai suara mamahnya yang menggelegar.
"Laula bangun,udah jam delpan malam" teriak mamahnya itu.
Laula langsung membuka matanya dan berlari ke kamar mandi sambil terus berteriak telat dan telat.
Setelah selesai mandi ia segera memakai dress pink dan memoles make up tipis membuat penampilannya makin cantik.
Kemudian ia turun kebawah matanya menangkap sosok Brian yang memakai kemeja hitam dengan tiga kancing teratas terbuka membuat jantung Laula berdetak tak karuan.
"Semua sudah siap,baiklah ayo pergi" ujar bu Hartanto semangat 45.
"Apaan sih mah,semangat amat" cibir Laula,yang langsung mendapat jitakan dari bu Hartanto.
"Udah-udah,ayo berangkat nanti keluarga Brian nunggu" ajak pak Hartanto.
Mereka semua pergi kerumah Brian,Laula satu mobil dengan Brian sedangkan Keluarga Laula pergi dengan mobil sendiri karena mereka menolak memakai mobil yang dibawa Brian karena merasa tidak enak.
Akhirnya mereka tiba di sebuah rumah,,bukan bukan tapi lebih tepat nya mainson.
"Ayo masuk" ajak Brian
"Kenalkan ini keluraga ku,mom dad,kurasa kau sudah tau tentang dia yang ingin kujadikan istri" kata Brian, menarik perhatian mereka dan menatap Laula dengan pandangan menelisik.
Selamat idul fitri mohon maaf lahir dan batin yaa semuanya
Terimakasih yang udah baca apalagi vote dan comment
Love
Viado😘
KAMU SEDANG MEMBACA
Iam Not Chiderella
Romans(Completed) Laula Reyna Hartanto seorang gadis yang sangat polos dan sering dipengaruhi oleh teman-temanya itu harus terjebak dengan pria dewasa yang sangat dingin dan kaku karena menghilangkan cincin yang harganya tidak masuk akal. Bagaimankah nas...
