Novel terjemahan
Cerita ini remake dari cerita terjemahan dari judul yang sama tetapi cast yang berbeda.
Jadi ini bukan plagiat tapi hanya remake.
Karena aku terlalu suka sama cerita ini, dan ketika aku baca ini yang kebayang pemeran cewek nya co...
Minho telah memerintahkan orang-orangnya untuk menyiapkan banyak gaun untuk Soojung. Dia bahkan secara pribadi memilihkan sebuah gaun tanpa tali bermotif emas dengan lapisan berwarna putih untuknya. Motif itu menyerupai sebuah lukisan tinta oriental. Karena gaun itu mengeluarkan aura oriental yang kuat, begitu Soojung mengenakan gaun itu di tubuhnya, dia benar-benar memancarkan keanggunan klasik khas seorang wanita cantik berwajah oriental – tak diragukan lagi, keduanya sangat sempurna dipasangkan terhadap satu sama lain. Begitu gaun itu menyatu dengan pinggang ramping Soojung dan kaki panjangnya … kecantikan dan daya tariknya yang feminim, dalam sekejap, terpancar keluar dari tubuhnya seperti halnya aroma wewangian yang diterpa angin.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
(Anggap aja gaunnya kyak gitu ya... bingung gue mendeskripsikan yang disebut diatas 😁)
Minho berdiri di belakang Soojung dan menggunakan dadanya untuk menekan kuat punggung Soojung sementara dia melingkarkan tangannya di sekeliling pinggang wanita itu – tak ingin melepaskannya, “Kau seperti sebuah karya seni.”
“Ini karena kau punya selera yang bagus,” Soojung membalas pujiannya. Soojung tak menyangka bahwa bisa Minho memahaminya sampai sejauh ini – dia tahu bahwa Secret ingin melakukan pemotretan bertemakan Tren Oriental dan tahu bahwa Secret juga telah mempermalukannya karena menganggapnya sebagai model pendatang baru – jadi, dia sengaja memilih gaun ini agar mereka melihat, bahwa dengan menolak Soojung, mereka sudah mengalami kerugian besar.
“Sayang sekali profesimu adalah model, padahal, aku ingin membuatmu menjadi milikku seorang,” Minho meletakkan dagunya di bahu Soojung dan mengeluh.
“Lihat siapa yang bicara, kenapa tidak sekalian saja kau sebutkan tentang Kim Dasom yang langsung tergila-gila begitu dia melihatmu??” Soojung langsung membuat keluhan balasan sebelum dia tertawa, “Jangan khawatir, bukankah kita sudah berjanji bahwa kita hanya boleh melakukan kontak fisik dengan satu sama lain?”
“Pastinya.” Selesai berbicara, Minho membalikkan tubuh Soojung dan menciumnya sambil berdiri di depan cermin, keduanya saling menunjukkan rasa sayang yang besar terhadap satu sama lain. Soojung bisa melihat ekspresinya di cermin; ciuman Minho benar-benar membawakan kenikmatan dan kebahagian pada dirinya. Apalagi, entah itu penuh kasih sayang atau menggairahkan, bibir pria itu hanya miliknya seorang. Memikirkan bahwa wanita lain mungkin pernah ada yang mencium Minho saja sudah membuat hatinya merasa tak nyaman.
“Sudah cukup, ah, bisa-bisa aku terlambat,” wajah Soojung memerah saat dia mendorong Minho menjauh darinya dengan lembut.
“Setelah kau pulang nanti, sebaiknya kau pikirkan cara untuk mengkompensasi aku.” Minho pun melepaskan Soojung dari pelukannya.
Soojung mengangguk sambil mencium telinga Minho, “Kau bisa mendapatkan kompensi apapun yang kau inginkan …”
Pameran fotografi itu diadakan pukul 7 malam di sebuah area taman yang ditelantarkan di Amerika. Soojung datang tepat waktu, tidak sampai terlambat tidak pula terlalu awal, sebab, begitu dia menyerahkan undangannya, tempat itu sudah dipenuhi oleh banyak orang terkenal. Tentu saja, di antara orang-orang ini juga ada mentornya, Ms. Bertha.