Part 15

2.3K 198 6
                                        

“Oho… kau tak ingin menikah? Kalau begitu, kita tidak akan melakukannya …” Soojung tersenyum, “Tunggu sampai kau selesai dengan urusanmu, kita bicarakan lagi masalah ini nanti.”

Mendengar hal ini, Jongin menjadi panik. Dia mengulurkan tangannya untuk menangkap bahu Soojung dan menatapnya dengan ekspresi marah saat bertanya, “Apa kau tak mencintaiku lagi?”

“Bagaimana denganmu? Apa kau mencintaiku?” Soojung berhati-hati hendak melepaskan diri dari cengkeraman Jongin; sebab, dia telah berjanji pada Minho bahwa dia tak akan melakukan kontak fisik dengan pria lain.

Jongin tertegun, mulutnya terbuka tapi tak ada satu kata pun yang keluar dari sana; terhadap Soojung, dia tak pernah memiliki perasaan – dia hanya memanfaatkannya. Jadi, perlahan dia melonggarkan cengkeramannya, “Kita sudah hampir menikah, kenapa kau malah mempertanyakan cinta kita? Kau akan segera menjadi istriku, tak bisakah kau mengalah sedikit saja demi diriku? Tak mudah bagi Jennie memperoleh kesempatan agar dinominasikan untuk ajang penghargaan Top Ten Model Awards. Soojung, aku hanya kesal karena kau tak bisa lebih memahamiku. ”

Perlahan Soojung menjauhkan dirinya dari Jongin. Dia tetap tenang, “Kalau begitu, mulai sekarang kau mungkin harus terbiasa dengan diriku yang seperti ini.” selesai dengan kalimatnya, Soojung langsung meninggalkan Jongin yang sendirian berdiri di tempat itu dan keluar dari gedung KJ.

Jongin kebingungan, dia sama sekali tak mengerti dengan perubahan sikap Soojung yang begitu banyak. Tapi, setelah memikirkannya dengan seksama, dia berasumsi bahwa wanita itu pasti masih cemburu dengan hubungannya dan Jennie. Sayangnya, saat ini dia tidak memiliki energi untuk membujuknya. Apalagi, dia masih harus pergi menghibur Jennie, sementara Soojung wanita itu tak pernah melakukan sesuatu yang membuat orang lain khawatir. Setelah kemarahannya mereda, kemungkinan besar segalanya akan kembali normal seperti sedia kala.

Selama ini, Soojung toh tak pernah cukup cerdas, dia bahkan tak memiliki semangat untuk membela dirinya sendiri.

Soojung tahu Jongin tidak akan mengejarnya – hatinya sudah sepenuhnya berhenti menaruh harapan pada pria itu. Sebaliknya, dia ingin bergegas pulang untuk menemui Minho. Saat memikirkan Minho, tiba-tiba saja hati Soojung terasa seperti diterangi oleh cahaya terang.

“Soojung-ah, sekarang, terlebih dahulu aku akan mengantarmu pulang supaya kau bisa bersiap-siap dan mengisi ulang bateraimu. Besok, kita akan menandatangani kontrak dan pergi ke lokasi pemotretan,” kata Hyoyeon dengan riang pada Soojung.

“Hyo Eonni, batalkan sewa apartemenmu dan pindahlah ke apartemen lamaku. Bantu aku mengurus rumahku dan membuatnya agar lebih hidup (ramai/berpenghuni). Kau juga bisa mengganti kuncinya. Jika Jongin menanyaimu, katakan saja padanya bahwa kau sudah pindah untuk mengurusku dan bahwa sudah tak nyaman lagi baginya untuk memiliki kunci,” saran Soojung. “Besok, aku akan menandatangani kontrak baru itu denganmu.”

“Oke … aku setuju. Dengan begini, aku bisa menghemat uang.” selesai berdiskusi, Hyoyeon menatap Soojung dengan senyum yang ambigu, “Presiden CM Entertainment yang sangat hebat, bagaimana kemampuannya dalam aspek ‘itu’?”

(‘itu’: ceritanya, Hyoyeon sedang menggoda Soojung dengan menanyakan ‘topik ranjang’, lol)

“Hey, jangan terlalu usil (kepo), oke?” Soojung menjawab sambil memelototi Hyoyeon.

Setelah pulang ke rumah, Soojung masih memiliki cukup banyak waktu luang tersisa; sebab, Minho belum kembali dari kantornya. Dia lantas memasuki dapur dan menemukan pelayannya sedang memasak. Sambil menggulung lengan bajunya, dia lalu menawarkan, “Izinkan aku membantumu!”

Trial Marriage Husband: Need to Work Hard (Minstal) 1-200Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang