Selesai makan, Minho menggiring Soojung menuju area ruang tamu manornya. Saat mereka tiba di sana, sudah ada beberapa orang Amerika yang duduk di dalam ruang tamu itu menunggu mereka.
Soojung tak mengerti apa yang ingin dilakukan Minho, tapi Minho langsung menenangkannya dengan lembut, “Tak perlu gugup.”
Tak lama kemudian, salah satu pria Amerika yang bertanggung jawab atas kepentingan mereka di sana melangkah maju dan memulai percakapan dengan Minho. Pada saat inilah, Soojung menguping percakapan mereka dan akhirnya memahami apa yang sebenarnya sedang terjadi – Minho ingin membeli asuransi untuk kakinya.
Bukan hal yang aneh bagi orang terkenal untuk mengansuransikan bagian-bagian tubuh mereka, tapi … kebanyakan mereka melakukannya untuk mencari perhatian. Jadi, Soojung buru-buru meraih Minho, “Minho … aku tidak …”
“Jangan memikirkannya secara berlebihan. Kakimu perlu dilindungi karena mereka adalah kaki terindah yang pernah aku lihat di panggung peragaan …”
“Tapi …” Soojung masih merasa tak yakin.
“Dengarkan aku,” Minho mendorongnya ke arah penaksir nilai asuransi. “Kau tak pernah membiarkanku melakukan sesuatu untukmu. Apa kau juga akan menolak hak-ku untuk membelikanmu asuransi?”
Soojung tak bisa terus-menerus menolaknya. Meskipun kakinya indah, saat ini di tak terlalu terkenal, jadi, dia mengira bahwa biayanya tak akan terlalu tinggi. Dengan pemikiran ini, Soojung akhirnya menyerah dan membiarkan si penaksir nilai asuransi melakukan tugasnya.
Namun … sebelum si penaksir nilai menyebutkan penawarannya, Minho sudah lebih dulu mengatakan, “Tak peduli berapapun hasil akhir penaksirannya, aku ingin meningkatkan jumlah asuransinya sepuluh kali lipat.”
Jika dia benar-benar melakukannya …
… jumlah asuransinya mungkin akan lebih dari 100 juta dolar!
Jihyo dan Hyoyeon yang berdiri dengan tenang di salah satu sisi ruangan, terkejut dengan mulut terbuka lebar karena menyaksikan semua ini. Apalagi, Minho tidak melakukan hal ini untuk mencari perhatian, dia hanya membantu Soojung mengamankan sebuah jaminan. Orang yang paling diuntungkan dari asuransi ini pada akhirnya adalah Soojung; mulai sekarang, tak peduli apapun yang terjadi dengan kakinya, dia akan dilindungi oleh asuransi.
Minho benar-benar memanjakan Soojung!
Selama proses pembelian asuransi itu berlangsung, Soojung hanya terdiam dengan sejuta pikiran berseliweran dalam kepalanya. Namun, Minho segera melingkarkan lengannya di bahu wanita itu dan berkata, “Di industri yang rumit ini, hampir selalu ada kekacauan dan ancaman; aku tak bisa menjamin bahwa 10 atau 20 tahun dari sekarang, CM masih tetap sukses seperti sekarang. Jadi, selagi aku mampu, aku ingin memberikan semua yang aku bisa agar pikiranmu tenang, sehingga kau tak akan perlu mengkhawatirkan apapun lagi. Aku ingin melindungi jalan yang terbentang di depanmu, masa depanmu.”
“Kalau begitu, kenapa kau tidak membeli satu asuransi lagi untuk dirimu sendiri?” Air mata perlahan menyelinap keluar dari sudut mata Soojung.
Minho membungkuk dan tertawa di dekat telinga Soojung, “Karena aku tak memiliki kaki indah seperti milikmu …”
Pada saat itu, di bawah ruangan yang dipenuhi cahaya terang nan indah itu, hanya ada Minho di mata Soojung – Minho yang selalu melakukan banyak hal untuknya tanpa mengharapkan imbalan apapun darinya. Awalnya, dia menikahi Minho karena suatu motif, tapi, pria itu tak pernah mempermasalahkannya, dia justru memberinya keyakinan bahwa dia memang menyayanginya dengan sepenuh hati.
“Setelah semua yang kau lakukan untukku, apa kau tahu berapa banyak janji yang aku ikrarkan pada diriku sendiri?
“Huh?”
KAMU SEDANG MEMBACA
Trial Marriage Husband: Need to Work Hard (Minstal) 1-200
FanfictionNovel terjemahan Cerita ini remake dari cerita terjemahan dari judul yang sama tetapi cast yang berbeda. Jadi ini bukan plagiat tapi hanya remake. Karena aku terlalu suka sama cerita ini, dan ketika aku baca ini yang kebayang pemeran cewek nya co...
