Part 26

1.9K 196 12
                                        


Fakta membuktikan, bahwa Jongin bukan saja tak tahu malu, dia bahkan menganggap segala yang terjadi sebagai sesuatu yang sudah semestinya.

Keesokan harinya, KJ Entertainment dan panitia penyelenggara acara merilis pernyataan yang menginstruksikan para penggemar tentang cara mendapatkan tiket untuk menonton Soojung.

Segera setelah pernyataan itu dirilis, segala bentuk penghinaan pun bermunculan.

“Ugh, Soojung masih saja ingin tampil di acara yang diselenggarakan oleh produk cacat ini. Apa dia semiskin itu? Kalau dia tetap melakukannya, dia akan berada di level yang sama dengan merek yang dipromosikannya dan benar-benar menjadi model yang memalukan.”

“Eh, awalnya kukira dia akan menjadi panutan di industri modeling. Aku pasti sudah buta!”

“Setelah acara besok, Soojung, segera bawa dirimu dan produk cacatmu jauh-jauh dari muka publik!”

“Lihatlah semua komentar ini. Semua orang mengeluh … dan satu-satunya orang yang mampu menahan semua cacian ini dan akan tetap menghadiri acara besok sambil tersenyum adalah Soojung, aku harus memberinya nilai sempurna untuk ini. Mulai sekarang, kau adalah selebriti wanita yang paling menjijikkan di hatiku. Tak ada yang bisa mengalahkanmu! ”

Di kantor KJ Entertainment, Jennie sedang duduk di kursi kerja Jongin, sambil membaca semua komentar kasar yang ditujukan pada Soojung – suasana hatinya benar-benar bagus.

Jika Soojung ingin bertarung dengannya, seharusnya dia mempertimbangkan kemampuannya terlebih dahulu. Tak peduli seberapa besar keinginan Soojung untuk kembali ke industri, mulai besok dan seterusnya, karirnya akan kembali tertahan. Bahkan, situasinya akan jauh lebih buruk dibandingkan 3 tahun lalu. Ketika saat itu tiba, Jennie akan memiliki kesempatan untuk bersenang-senang dengan cara mencela Soojung, dan kegembiraan yang didapatnya dari mencela wanita itu, bukanlah sesuatu yang bisa didapatkannya dari orang lain.

Di saat yang sama, Soojung juga sedang berada di KJ Entertainment. Demi acara besok, dia sedang menghadiri rapat … lebih tepatnya, dia sedang menghadiri rapat demi apa yang akan dia sampaikan di acara besok. Jongin menyerahkan naskah yang telah mereka siapkan sebelumnya pada Soojung, kemudian secara khusus memerintahkan, “Soojung, hafalkan isi naskah ini dengan baik malam ini. Besok, di acara itu, jangan sampai kau lupa menyebutkannya di hadapan para wartawan.”

“Ini merupakan bagian terpenting dari kehadiranmu di acara besok.”

Soojung menatap naskah di tangannya seperti sedang menatap sebuah lelucon. Apa Jongin sama sekali tak merasa malu saat menyerahkan benda ini padanya?

Dalam perjalanan pulang, Jihyo menyetir sementara Hyoyeon dan Soojung duduk di belakang. Hyoyeon menunjuk naskah itu dengan penuh amarah, “Apa Jongin sedang mencoba menantangku? Demi membersihkan reputasi Jennie, dia bahkan rela melakukan apa saja. Dia benar-benar tak punya hati nurani, dia bahkan tak peduli akan melukai perasaanmu. ”

Jihyo memandang Soojung melalui kaca spion untuk melihat ke belakang, namun, wajahnya tenang seperti biasanya.

Bahkan, orang seperti dirinya yang sudah sering mengalami kesuksesan dan kejatuhan dalam karir dan telah sepenuhnya memahami industri hiburan, menganggap Jongin terlalu kejam. Padahal, Soojung yang merupakan objek dari kekejaman ini sama sekali tak menunjukkan jejak emosi apapun.

“Soojung-ssi, kau mau aku melakukan apa besok?” tanya Jihyo, “Semua yang kau minta sudah selesai kupersiapkan. Semua bukti telah dikumpulkan, aku bahkan telah mengamankan sebuah rekaman berisi percakapan Jennie saat berbicara tentang mencegahmu mendapatkan pekerjaan apapun.”

Trial Marriage Husband: Need to Work Hard (Minstal) 1-200Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang