Di antara kegelapan, Jennie dan yang lainnya tak bisa melihat Minho sama sekali. Yang bisa mereka lakukan hanya berdiri dengan ekspresi yang menyiratkan kebencian yang mendalam sambil menggunakan semua jenis cacian dan makian untuk mengeluh tentang Soojung. Dari posisinya yang tersembunyi, Minho mengamati ekspresi mereka yang dipenuhi ketidakberdayaan sambil menyunggingkan seulas senyum sinis. Beraninya mereka menghina istrinya … jika dia tak mendengarnya, mungkin tak masalah … tapi karena dia terlanjur mendengarnya secara langsung …
… maka …
… keberuntungan pasti tak berpihak pada mereka …
Dalam kegelapan itu, Minho mengangkat ponselnya dan menghubungi Jongdae, “Bantu aku mencari tahu agensi mana yang mempekerjakan Dasom.”
“Baik, presiden!” Jongdae menjawab dengan cepat.
Sebelum meninggalkan Amerika, dia tentu perlu meninggalkan oleh-oleh untuk Dasom. Bagaimanapun, dia telah melakukan begitu banyak hal pada Soojung, termasuk menipunya agar datang jauh-jauh ke tempat ini untuk menjadi batu pijakan bagi Jennie. Dia merenungkannya, apa yang akan dia lakukan, baru dia lakukan setelah Soojung berhasil memenangkan pertarungannya melawan ketiga orang itu, jadi, yang dia lakukan tak akan dianggap sebagai mencampuri urusannya, bukan?
Di antara makan malam perayaan yang ramai dan penuh warna, Soojung berusaha mempertahankan senyumnya sementara dia membaur dengan para tamu dan wartawan. Karena dia tak ingin Minho menunggu terlalu lama, dia mengatakan bahwa dirinya tak enak badan sebagai alasan untuk meninggalkan makan malam itu di tengah jalannya acara, lalu membawa Jihyo dan Hyoyeon pergi bersamanya.
Begitu keluar dari pintu masuk utama hotel, Soojung langsung melihat Minho yang sedang berdiri di antara kegelapan. Pria ini, yang selalu menjadi pusat perhatian kemanapun dia pergi, sepertinnya selalu mengabaikan identitasnya sendiri dan rela hati menunggunya di antara berbagai sudut tersembunyi. Jihyo dan Hyoyeon yang tak ingin menjadi bohlam memutuskan untuk kembali ke manor dengan naik taksi, meninggalkan Soojung sendirian untuk naik ke mobil Minho.
(bohlam: pengganggu di antara pasangan yang ingin berduaan)
Minho menatap Soojung yang berjalan mendekatinya. Melihat bahunya masih dalam keadaan terbuka, dia segera melepas jasnya dan menaruhnya di pundak Soojung, “Apa kau lupa meminta Hyoyeon menyiapkan jaket untukmu saat kau meninggalkan manor pagi ini?”
“Jika aku meminta Hyo Oenni untuk menyiapkan jaket, apa aku masih memiliki kesempatan untuk memakai jaket yang mengandung kehangatanmu?” Soojung tersenyum, sebelum melanjutkan, “Jaket milik Presiden Choi kan tak bisa dengan mudah dikenakan oleh siapa pun.”
Minho benar-benar merasa dikalahkan oleh wanita itu saat dia menggenggam tangannya yang sedingin es dengan penuh perhatian dan mengantarnya masuk ke dalam mobil, “Ayo pulang …”
Begitu sampai di manor, Soojung mendapati bahwa suasana di seluruh tempat itu telah berubah. Kamar tidurnya ditutupi dengan bunga-bunga segar, dan lilin-lilin wangi tampak menyala di seluruh sudut rumah.
Minho memeluk Soojung dari belakang sambil meletakkan sebuah ciuman di punggungnya, “Ini untuk merayakan kepulanganmu dengan membawa kemenangan …”
“Beberapa hari terakhir ini, kau belum mendapatkan istirahat malam yang cukup. Karena kita akhirnya punya hari libur …” – Suara Soojung terdengar agak tersendat – a”… bagaimana kalau malam ini kau beristirahat? Besok, kita akan terbang pulang, dan setelah itu, kau akan kembali sibuk … makanya …”
“Jika kau merasa bersalah, kenapa kau tidak memijatku saja nanti?”
Soojung melihat sekeliling sambil menikmati aroma yang memenuhi udara. Dia lalu meraih lengan Minho dan mendorongnya ke tempat tidur. Lalu, dengan minyak esensial yang dia dapatkan dari Hyoyeon, dia menuangkannya sedikit ke tangannya dan mulai memijat punggung Minho dengan lembut. Tubuh Minho selalu layak untuk dibicarakan, karena memiliki bentuk yang bagus dan padat. Namun, disebabkan beratnya pekerjaan yang harus dilakukannya selama beberapa hari terakhir ini, otot-ototnya menjadi sangat tegang. Soojung merasa agak kesal pda dirinya sendiri; sejak menikahi Minho, sepertinya dia tidak menghabiskan cukup banyak waktu untuk merawat kesehatannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trial Marriage Husband: Need to Work Hard (Minstal) 1-200
FanfictionNovel terjemahan Cerita ini remake dari cerita terjemahan dari judul yang sama tetapi cast yang berbeda. Jadi ini bukan plagiat tapi hanya remake. Karena aku terlalu suka sama cerita ini, dan ketika aku baca ini yang kebayang pemeran cewek nya co...
