“Meskipun dulu aku debut di Perancis … sewaktu aku masih aktif tampil di berbagai panggung peragaan, aku sempat berkenalan dengan banyak supermodel yang berasal dari Eropa dan Amerika. Heidi, Wengna, dan lainnya. Editor Majalah American Royal juga pernah menjadi mentorku selama setengah bulan. Sayangnya, saat ini mereka mungkin sudah tak lagi mengenalku. Waktu itu, tak ada yang tahu nama Korea ku. – mereka hanya mengenalku sebagai Krystal,” Soojung mencoba menjelaskan dengan tenang.
Mendengar Soojung menyebut nama-nama tokoh terkenal di Eropa dan Amerika, Hyoyeon dan Jihyo mengedip-ngedipkan mata mereka dalam keterkejutan.
“Aku tahu bahwa Dasom ingin menyingkirkanku segera setelah aku tak berguna lagi bagi mereka dan berencana menggunakanku untuk meningkatkan popularitas Jennie, terutama sekarang, selagi aku berada di Amerika. Dia pikir, aku tak akan bisa berbuat apa-apa.”
“Hmmph, benar-benar tak tahu malu!” gerutu Hyoyeon.
“Aku juga kenal dengan Editor Majalah American Royal. Apa kau mau bertemu dengan mentormu?” Minho, yang sejak tadi hanya menyimak tanpa berkata-kata, tiba-tiba bertanya.
“Yeobo, aku sudah pernah mengatakannya sebelumnya, aku tak mau kau membantuku.”
“Anggap saja ini sebagai acara kumpul-kumpul yang bersifat pribadi,” Minho tersenyum sementara satu sisi wajahnya yang sempurna nampak bersinar dengan begitu menawan karena sinar matahari.
“Hmmm … kalau begitu, baiklah,” Soojung akhirnya mengangguk. Tentu saja, dia tak akan pernah menyangka bahwa acara kumpul-kumpul pribadi ini akan menjadi faktor penentu dalam pertarungan antara dirinya dan Jennie.
Di Amerika, Minho memiliki manor-nya sendiri sehingga dia tak perlu menginap di hotel. Ruangan-ruangan yang murni bergaya Amerika itu menciptakan suasana yang hangat dan nyaman – melebihi kenyamanan yang mampu disediakan hotel suite. Karena lokasinya agak jauh dari kantor pusat Secret, Minho telah menginstruksikan Jongdae untuk mencari tahu jadwal Soojung untuk Secret. Jongdae pun segera mempersiapkan segalanya dengan baik, di bahkan tahu kapan mereka akan makan malam. Soojung menganggap pekerjaannya sangat mengesankan, sementara Hyoyeon dan Jihyo mau tak mau mulai menginstrospeksi diri mereka sendiri.
(manor: vila mewah bergaya abad pertengahan dengan pekarangan yang luas)
Selesai mandi, Soojung berdiri di sisi jendela dan menatap keluar. Pada saat ini, Minho yang sedang mengenakan jubah hitam muncul dan mendekatinya – rambut hitamnya juga tampak basah oleh sisa air mandinya.
Dengan sikap yang natural, Soojung mengambil handuk dari tangan pria itu, berdiri berjinjit, dan mulai membantunya mengeringkan butiran-butiran air yang masih menetes dari rambutnya. Sementara itu, Minho menatapnya dengan ekspresi serius.
“Apa yang kau inginkan? Kau menatapku dengan fokus yang luar biasa …”
“Aku hanya sedang menimbang-nimbang, karena hari masih siang, apa aku harus melakukan sesuatu yang tak seharusnya kulakukan …” Minho mengaitkan tangannya ke dagu tangning dan mencium bibirnya dengan lembut – lidah mereka pun menari bersama. Setelah itu, bibir lembutnya bergerak perlahan hingga berada sangat dekat dengan telinga Soojung sambil berbisik dengan suara yang menggoda, “Di atas pesawat, aku ingin terus-menerus menciummu …”
Soojung melirik sekilas ke arah jendela di dekatnya, khawatir akan ada orang yang melihatnya dari luar, namun, dia tak bisa menahan godaan Minho hingga akhirnya mendapati dirinya kehilangan kendali atas tubuhnya. Dia merasa tak bertenaga dalam pelukan pria itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
Trial Marriage Husband: Need to Work Hard (Minstal) 1-200
FanficNovel terjemahan Cerita ini remake dari cerita terjemahan dari judul yang sama tetapi cast yang berbeda. Jadi ini bukan plagiat tapi hanya remake. Karena aku terlalu suka sama cerita ini, dan ketika aku baca ini yang kebayang pemeran cewek nya co...
