Part 47

1.6K 169 6
                                        

Setelah pemotretan solo selesai, Soojung melangkah keluar dari studio untuk memungkinkan para kru mengubah latar pemotretan. Dia juga harus mengenakan pakaian baru. Namun, begitu kembali ke ruang tunggu, asisten Jennie tampak berdiri berjaga di pintu dengan pandangan memprovokasi ke arahnya.

“Presiden Kim ada di dalam, kau harus menunggu sebentar.”

Soojung melirik asisten Jennie itu dengan tenang sebelum mendorongnya ke pinggir dengan lembut dan membuka pintu.

Di dalam ruangan itu, Jennie yang sedang duduk di pangkuan Jongin – keduanya tampak larut dalam momen yang penuh gairah. Adegan di depannya persis adegan yang terjadi pada malam saat dia mendapati keduanya sedang berselingkuh. Mempertontonkan jenis provokasi dan sikap masa bodoh terhadap orang lain di sekitar mereka ini jelas memperlihatkan isi pikiran mereka, bahwa mereka yakin sudah menang.

Begitu melihat kedua orang itu, Soojung sama sekali tak merasa marah ataupun terluka seperti saat pertama kali melihat mereka seperti ini. Sebaliknya, matanya justru memandangi keduanya dengan tatapan mengolok dan menghinakan.

Jennie tak menyangka bahwa Soojung akan masuk ke ruangan itu dengan tiba-tiba. Melihat Soojung bersikap sangat natural, wanita itu langsung kehilangan moodnya untuk melanjutkan apa yang sedang dia lakukan.

Sadar akan situasinya, Jongin juga buru-buru mendorong Jennie agar turun dari pangkuannya, “Kita lanjutkan sisanya setelah kembali ke hotel malam ini.”

“Aku mencintaimu, Oppa,” Jennie mengambil kesempatan untuk mengakui cintanya dengan bangga. Lagi pula, dia telah berhasil merampas hal terbaik yang pernah dimiliki Soojung, Jongin … atau begitulah menurutnya.

“Aku juga mencintaimu, sayang.” Setelah selesai meyakinkan wanita dalam pelukannya, Jongin berdiri dan memperingatkan Soojung, “Sebentar lagi, kalian berdua akan melakukan pemotretan bersama-sama, pastikan untuk berkoordinasi dengan baik dengan Jennie. Kau juga, Jennie, jangan saling menimbulkan masalah terhadap satu sama lain. Kita tak bisa membuat lelucon yang lebih besar lagi akan diri kita, kau mengerti? ”

“Oppa, apa sampai sekarang kau masih belum mengerti Soojung? Bukankah tujuannya berada di sini untuk menyulitkan kita? Tapi jangan khawatir, aku akan mengawasinya.”

Soojung hanya diam sepanjang waktu. Menggunakan bahasa Inggrisnya yang fasih, dia hanya meminta penata busana dan penata riasnya  untuk melanjutkan pekerjaan mereka. Jongin akhirnya meninggalkan ruangan itu dengan ekspresi kesal terpampang di wajahnya. Saat berpapasan dengan beberapa staf, dia mengambil kesempatan itu untuk bertanya kepada mereka mengenai hasil pemotretan solo Jennie.

Mereka semua menjawab dengan kata-kata seperti, “Tidak buruk”, “Dia memiliki masa depan yang menjanjikan”, “Sangat bagus” dan “Dia akan menjadi viral”. Sedangkan saat mereka ditanya tentang pemotretan Soojung, mereka hanya tersenyum penuh arti tanpa beropini.

Soojung sangat sempurna, mereka tak bisa menemukan kata-kata yang tepat untuk mengekspresikannya. Namun, di mata Jongin, pikirnya Jennie pasti meninggalkan kesan yang lebih kuat.

Waktu pemotretan mereka semakin mendekat, dengan profesional sang penata busana pun menyiapkan satu potong busana hitam dan satu potong busana putih untuk mereka kenakan. Rencananya adalah membuat mereka tampak seperti sepasang saudara perempuan. Awalnya, karakter provokatif Jennie dianggap paling cocok dengan warna hitam, sedangkan karakter lembut Soojung dianggap lebih cocok dengan warna putih. Namun, karena warna putih tampak lebih menarik perhatian, Jennie berlari lebih dulu dan menyambar busana putih untuk dia kenakan sendiri.

Trial Marriage Husband: Need to Work Hard (Minstal) 1-200Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang