Part 5

2.7K 235 10
                                        

Media tak cukup berani menyinggung CM dengan sengaja, meskipun mereka tak mengerti alasan CM membantu Soojung.

Bahkan, Hyoyeon sendiri juga tak mengerti kenapa rencana mereka bisa berjalan dengan begitu mulus. Awalnya, dia mengira bahwa ini akan memakan lebih banyak waktu, mungkin hingga beberapa hari, "Soojung, katakan padaku, apa kau menerima bantuan dari agensi lain?"

"Tidak," jawab Soojung sambil melirik pria di sebelahnya. "Tapi, sebenarnya memang ada, seseorang yang sudah membantuku di belakang layar. Sayangnya, aku belum bisa memberitahumu mengenai siapa dia."

"Hahaha ... tak masalah bagiku. Soal ini, kita bicarakan lagi lain kali. Hanya dengan memikirkan wajah putus asa Kim Jongin, aku sudah cukup merasa puas!" Hyoyeon mengira Soojung mendapatkan bantuan dari keluarganya.

Dia tak tahu bahwa Soojung, sebenarnya telah menjadi istri dari sang raja di industri hiburan: Choi Minho.

"Apa kau sedang mencoba menggunakan kesempatan ini untuk meninggalkan KJ?" Minho bertanya sambil memotong steak di depannya dengan elegan.

"Tidak, jika aku melenggang pergi begitu saja, artinya aku melepaskan mereka dengan terlalu mudah. Aku akan meluluh-lantakkan mereka, langsung dari tempat mereka bersarang," jelas Soojung. "Tambahan lagi, aku sudah memutuskan untuk kembali ke industri modeling. Sayangnya, popularitasku sudah tak sebesar dulu; karena itu, kupikir, mungkin aku bisa memanfaatkan KJ."

"Kau seperti ini sekarang karena kau sedang marah. Bagaimana jika suatu hari nanti kau berhenti membenci- ..."

"Aku tak akan pernah menyesali apa yang sudah menjadi keputusanku, apalagi sampai berubah pikiran," kata Soojung pada Minho dengan penuh keyakinan. Saat jatuh cinta, dia bisa mencintai dengan sepenuh hatinya. Saat berada dalam kebencian, dia sanggup mencabik-cabik orang lain bahkan dengan tangan kosong.

Apalagi, sudah cukup lama waktu yang berlalu sejak berita tentang pemunculan Soojung di panggung keluar, namun, Jongin bahkan belum melakukan satu panggilan telepon pun untuk memeriksa keadaannya. Sebaliknya, pria itu malah merilis berita yang bisa menghancurkan dirinya dengan begitu mudah. Tak mungkin dia akan membiarkan Jongin menyakitinya lagi.

Minho tetap diam, namun, pikirannya sudah tergelitik oleh Soojung.

Soojung sama sekali tidak bodoh, dia justru sangat pintar. Dia tahu bahwa dirinya tak bisa menyembunyikan apapun dari Minho, jadi dia buru-buru mengungkapkan segalanya di depannya. Yang baik maupun yang buruk, tak ada yang dia sembunyikan - yang ada hanya kepercayaan.

"Aku sudah memerintahkan asistenku untuk menyiapkan sebuah kamar di hotel ini. Malam ini, kita akan menginap di sini. Rumahku agak membosankan ..."

Telinga Soojung memerah saat dia mengangguk: "Terserah kau saja ..."

Sementara itu, Jongin sedang sibuk mondar-mandir di kantornya, berusaha untuk berdamai dengan media dan mitra bisnisnya. Ditambah berita tentang kehamilan Jennie, pikiran tentang Soojung sama sekali tak terlintas dalam benaknya, tidak pula dia peduli di mana keberadaan wanita itu sekarang.

Usai sebuah makan malam romantis, Soojung mengikuti dari dekat di belakang Minho, saat pria itu membawanya ke sebuah presidential suite. Yang mengejutkan, kamar itu bukanlah presidential suite biasa, melainkan sebuah wedding suite.

(presidential suite: kamar hotel terbaik dengan fasilitas super mewah yang dimiliki hotel berbintang, terkadang disebut juga royal suite)

Trial Marriage Husband: Need to Work Hard (Minstal) 1-200Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang