Batu Kali

22.5K 2.5K 244
                                        

Suasana salah satu ballroom di Marina Bay Sands itu nampak begitu ramai dengan banyak undangan yang hadir. Malam ini dilaksanakan acara gala dinner dengan tamu undangan dari kalangan pejabat eselon 1 di beberapa kementrian dan juga beberapa perwira tinggi dari beberapa matra.

Damar dan Arini baru tiba ditempat acara sekitar pukul 7 malam itupun setelah salah satu staf KBRI menghubungi Damar karena dia harus mendampingi Bapak Dubes di acara tersebut. Damar nampak begitu sumringah memasuki tempat acara tetapi tidak dengan Arini. Wanita itu tak bisa menyembunyikan raut marahnya.

"Mukanya jangan ditekuk gitu dong!!!"

"Semua salah Mas. Malu kan jadinya. Ga enak sama temen-temen kamu"

"Apa sih Sayang!!!"

"Mas juga ga kira kira. Mereka pada sibuk, kita malah enak enakan di kamar"

"Lah apa salahnya enak enakan. Memang kamu enak makanya aku minta tambah terus"

"Mas mesum!!!!"

"Makanya jangan suka tebar pesona dengan laki laki lain. Sekarang aku harus ketemu Pak Dubes ya. Ingat, jangan senyum-senyum ke cowok lain"

Setelah mengecup kening istrinya, Damar pergi dan meninggalkan Arini yang kini berbaur dengan para istri dari staf kBRI. Seharusnya Arini ikut bergabung dengan Savitri dan juga Hera namun Arini tak pernah mengunggulkan siapa keluarga besarnya.

Sedangkan Savitri dan Hera hanya bisa memandang Arini dari kejauhan. Jika dalam situasi seperti ini, Arini akan sangat marah besar jika orang-orang di.sekitarnya mengetahui siapa dirinya yang sebenarnya. Meski desas desus di kalangan staf KBRI sudah lama terdengar mengenai siapa sebenarnya Jelita Arini, namun mereka lebih memilih diam.karena Arini yang mereka kenal begitu sederhana dan sangat rendah hati.

"Arimbi, Mama ke Arini dulu ya"

Langkah Savitri terhenti ketika lengannya telah dicekal oleh Hera.

"Jangan membuatnya marah, Mbak"

"Dia putri saya"

"Cukup Mbak!! Aku tahu dia putrimu tetapi dia juga menantuku. Hubungan kami sudah baik selama ini jadi jangan buat ini jadi tambah rumit. Sampai saat ini aku belum bisa peluk Damar karena kesalahan kita beberapa bulan yang lalu"

"Saya hanya ingin tanya kabarnya.."

"Biar saya yang menghubungi. Kita tunggu disini"

Ketiganya memang berada dalam satu ruangan dengan Arini namun karena status sosial Hera dan Savitri, mmebuatnya berada di tempat khusus sehingga hanya beberapa orang saja yang mendekat. Tak berapa lama Arini datang dengan wajah yang tak seceria biasanya. Beruntung Damar sedang tidak ada di ruangan itu karena harus menemani Pak Dubes bertemu dengan Menteri dari Kamboja.

"Apa kabar Ma?"

Demi kesopanan, Arini masih mencium tangan Savitri dan juga Hera.

"Arini apa kabar? Sehat?"

"Baik"

Arini hanya menjawab singkat. Sedangkan Hera memilih untuk diam dan tidak ingin ikut campur dengan hubungan antara besan dan menantunya....

"Lho jeng Savitri jeng Hera ada di sini toh?...Lho...Arini ya...jadi bener Arini ini anak dan menantu kalian?"

"Iya mbak. Dia putri saya dan juga menantunya Mbak Hera"

"Aku ga nyangka lho Arini ini anakmu. Karena jujur ya...gaya kalian berdua itu beda banget. Arini anakmu ini dah terkenal lho di antara istri para dubes. Ibu negara aja suka banget sama.karyanya dia"

JANJI SETIA UNTUK ARINICerita yang bikin terobses. Temukan sekarang