*_بسم الله الرحمن الرحيم
' لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ_*
Menjelang berakhirnya bulan suci Ramadhan
dan datangnya Bulan Syawal 1440 H.
_*Perkenankanlah kami sekeluarga menyampaikan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1440 H*_
*Taqobbalallahu minna wa minkum Taqobbal Ya Kariim "*
*Barakallahulana walakum*
Mohon Maaf
Semua kesalahan serta Dosa
Dzohir maupun Batin
Berupa perkataan
Sikap
Dan perilaku kami
Semoga Allah SWT mengampuni semua dosa dan kesalahan kita, امي ن
جعلناالله واياكم منالعا ءدين والؤءزين والمقبولين
*_ وَعَلَيْكُمْ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ_*
#####################################
Gumpalan awan pekat kini beranjak memutih seiring suara ayam berkokok saling bersahutan. Perlahan, meski malu-malu, sang mentari mulai tersenyum, menyapa setiap makhluk dengan sinar hangat yang menenangkan.
Pagi hari itu, terlihat kesibukan di rumah keluarga Rakai Bimantara. Deretan papan bunga mulai berjajar dari pintu depan hingga keluar pagar rumah. Janur kuning berdiri tegak di depan pagar depan. Tak ketinggalan, tenda besar dan mewah berdiri kokoh mengelilingi bangunan mewah milik ayah kandung Arini itu.
Di dalam rumah sendiri, dekorasi telah tertata rapi. Mahardika sebagai anak sulung di keluarga itu, turun langsung untuk memeriksa kembali persiapakan upacara akad nikah dari mantan tunangannya itu. Istrinya, Arimbi dan ibu mertuanya, Warni, juga sama sibuknya. Mereka tidak ingin mengecewakan Rakai dan Savitri karena hari ini adalah acara besar bagi keluarga besar mereka.
Di kamar pengantin, Arini tengah di rias oleh penata rias terbaik pilihan Savitri. Dari pantulan cermin, Arini terlihat sangat cantik dengan sanggul jawa dengan untaian melati. Arini sendiri begitu terpesona dengan wajahnya pagi hari itu.
"Kamu bahagia, Nduk?"
Ratih nampak memasuki kamar pengantin Arini dengan hati-hati. Tak seperti kebanyakan calon pengantin yang ditemani teman atau saudara perempuan, Arini menolak kehadiran siapapun di dalam kamarnya. Bahkan Arini enggak menemui Savitri. Selama persiapan pernikahan, Arini enggan ikut campur untuk turun tangan. Arini juga menolak berdekatan atau bertemu dengan Mahardika dan juga Arimbi.
"Bude..."
Arini memeluk erat wanita yang merupakan kakak kandung dari ayahnya itu. Ratih dan Raka, adalah dua orang yang paling menentang ketidakadilan Rakai dan Savitri dalam memperlakukan kedua anak kandungnya. Arini terlihat sekuat tenaga membendung air matanya. Arini sangat hafal perangai kakak perempuan ayahnya itu. Rasa cinta dan sayang terhadap kedua keponakannya, membuatnya berani menghadapi kedua orang tuanya.
"Kalau kami tidak bahagia, bude akan batalkan pernikahan konyol ini"
"Mas Damar baik, Bude. Ga ada alasan untuk menolak dia"
"Apa kamu mencintainya?"
"Mas Damar sangat mencintai saya, Bude. Tidak ada alasan untuk tidak membalas cintanya"
Ratih kembali meneluk erat keponakannya. Hingga saat ini, wanita itu tidak pernah bisa mengendalikan kegilaan adik kandungnya. Raka dan Ratih pun sampai harus pasang badan jika adik bungsu mereka sudah melakukan hal di luar batas.
KAMU SEDANG MEMBACA
JANJI SETIA UNTUK ARINI
Storie d'AmoreBagi Arini, Mahardika adalah dunianya. Mahardika adalah nama yang selalu dia sebut dalam tiap doanya. Mahardika adalah nama yang akan selalu ada dalam hatinya hingga nanti nyawanya terpisah dari raganya. Ketika Mahardika bertunangan dengan Arini, ga...
