29. PLIN-PLAN

11 1 0
                                        


Kalau dekat dijauhin, kalau jauh dikangenin. Kebiasaan ya!

<><><>


Geng Galcastra dengan inti mereka 5 cowok keren itu memblocking tangga menuju kelas XI IPS yang memang berada di lantai 2, istirahat pertama ini.

Bagas dan Cio bersandar pada sandaran tangga. Mulai tebar pesona dan obral rayuan gombal ala mereka. Kebiasaan mereka memang seperti itu. Kadang, cowok mainannya bikin baper anak orang terus ilang gitu aja. 

"Hai Melinda!" Sapanya kalem,

Cio mencegat siswi dengan rambut sebahu yang tergabung ke dalam cheers.

"Kamu anaknya Pak Tarno ya?"

"Apasih Cio! Gak jelas banget," gertaknya dengan galak. Melinda dengan buru-buru naik ke tangga, menghindari Cio.

"Belum juga gue ngomong, udah kabur aja."

"Sadar muka boskuhh!" Ucap Sandy terkikik geli.

"San, lo ya bener-bener. Mentang- mentang ganteng seenaknya lo bisa ngehina gue kembaran Shawn Mendes gini."

"Cio, Cio, Shawn Mendes bisa sawan lo bilang kembaran lo." Ucap Aldo tertawa puas setelahnya.

"Parah lo Do, nggak dukung sahabat. Gak setia kawin lo Do. Nangis ahh gue.." ucap Cio dengan nada buatan yang membuat keempat temannya geli. Bagas yang berdiri di sampingnya langsung saja menoyor kepala cowok itu dengan semangat.

"Cio geli tahu nggak sih. Image cool Galcastra tercemar ntar, kalau ada yang liat lo macam cewek lampu merah gitu." Cio hanya bisa merengut sebal.

"Pinjem, pinjem!"

Kini gantian Aldo yang membuat ulah, dia merebut kaca yang dibawa Viana dengan cepat. Karena gadis itu sibuk lewat sambil terus mengaca membenarkan poni-nya.

"Ihh!! Mana kaca gue!" Pekik Viana terkejut dan mulai mencak-mencak.

"Aelah, diem lo bentar!"

Aldo memberikan kaca itu pada Bagas. Bagas mulai mengaca dengan gaya-gaya super tidak jelas. Senyum, sok cool sambil membenarkan jambul cetar membahana miliknya.

Viana cemberut di sebelah Aldo."Dipinjemin kaca bentar aja bibirnya maju 5 senti! Nih, gue balikin!" ucap Aldo sewot merebut paksa kaca yang dipegang Bagas dan mengembalikan pada Viana.

Viana memutar bola matanya kesal dan naik tangga.

"Awas tuh kaca pecah!" Teriaknya sedikit keras, Viana yang mendengar menoleh ke bawah dan menatap Aldo galak.

"Astaghfirullah aladzim, keponakannya suzanna. Kalau ngelirik sadis bener!" Aldo mengelus dadanya sendiri. Mendapat lirikan setajam silet milik selebgram abal-abal.

Aldo mendapati tawa teman-temannya pecah saat itu juga. Memang, Viana itu terkenal galaknya minta ampun. Cewek cuek yang kurang senyum.

Memang ya kalau Galcastra sudah mulai gabut. Suka tidak jelas sekali mainnya. Suka banget rusuh, sibuk mengganggu teman-teman di sekolah begini. Bagaiamanapun tingkah mereka, bahkan semenggelikan apapun, mereka tetap menjadi geng yang paling berpengaruh di sekolah.

INDRASILATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang