Tidak semua perasaan terbalas. Cinta bertepuk sebelah tangan itu wajar. Karena pada dasarnya hati tidak bisa dipaksakan.
<><><>
Lapangan Basket!
"Orindra Lavegas! Semangat!"
"Keringatnya netes gitu pengen gue lap-in deh,"
"Alka ganteng semangat juga!"
"Indra yaampun! Gemes gue."
"Cio yang semangat."
"INDRA SEMANGAT! MAJU TERUS PANTANG MUNDUR!"
Tim cheerleaders sekolah yang di ketuai Jisca mulai sibuk di pinggir lapangan. Berteriak-teriak dengan suara cempreng mereka.
"Pak Dani! Mereka berisik banget, ganggu konsentrasi." Aldo mulai bernegoisasi pada Pak Dani di pinggir lapangan di sisi yang berbeda dari tim cheers.
Pak Dani mengangguk. Teihat berpikir.
"Bentar,"
Guru olahraga itu berjalan ke arah anak-anak yang tergabung dalam tim cheers. Lihat mereka heboh sekali dengan pom-pom-nya. Aldo mendengus. Kenapa dia harus bertemu dengan cewek-cewek super alay seperti itu.
"Jisca, bawa temen-temenmu pergi. Berisik. Jangan ganggu mereka yang lagi latihan!" Ucap Pak Dani. Jisca membulatkan matanya diusir begitu. Jelas, dia tidak terima.
"Gimana sih Pak. Kita itu disini mau nyemangatin! Malah gak boleh, mana diusir lagi." protes Jisca.
"Suara lo itu berisik! Ganggu orang aja," Kali ini Indra yang berucap kasar dari tengah lapangan. Membuat Aldo tersenyum miring. Sedangkan yang lainnya hanya meringis melihat reaksi Jisca."Sana pulang!"
Indra memang keterlaluan.
"Kalian balik aja, nanti aja kalau pertandingan baru heboh!" Ucap Pak Dani lagi. Kelima cewek itu dengan kesal berlalu pergi dari lapangan. Malu.
"Ayo! Ayo! Fokus! Mereka udah gak ada kan?" Pak Dani bertepuk tangan memberi semangat berjalan masuk ke lapangan.
Indra dan yang lainnya sudah berlari kesana kemari untuk berlatih. Sesekali, Pak Dani memberi pengarahan bagaimana cara mengatasi situasi ketika musuh selalu menekan dan semacamnya.
Kemarin setelah melihat tiap mata pelajaran pertama sampai istirahat tim basket selalu berlatih. Bu Rahma berpesan agar latihan basket untuk pertandingan dilaksanakan setelah pulang sekolah. Karena, bisa menganggu jam belajar anak-anak yang tergabung dalam tim.
"Alka! Kamu harus bisa membuat teman-teman kamu bekerja sama dengan baik. Sebagai kapten, tugas kamu lebih besar dibandingkan yang lain." Ujar Pak Dani. Kapten tim basket sekaligus ketua Osis itu mengangguk mantap. Alka Rahardian. Good boy, idaman SMA Kencana.
Siswa yang tergabung dalam tim basket sudah duduk-duduk selonjoran di bawah. Keringat menetes dimana-mana. Pak Dani memang tidak pernah tanggung-tanggung dalam melatih.
Indra minum air dari botol. Tetapi, dia terus mendengarkan penjelasan Pak Dani. Sesekali juga mendengarkan percakapan tidak penting Cio dengan Aldo.
KAMU SEDANG MEMBACA
INDRASILA
Fiksi RemajaVasila Maheswari, siswi baru di SMA Kencana. Siswi ramah yang selalu ceria. Semula, dia pikir sekolah di SMA Kencana adalah hal luar biasa mengingat sekolah itu adalah salah satu favorit di Jakarta. Tetapi apa yang dia pikirkan berubah total ketika...
