Part 14

2.8K 168 3
                                    

Hari yang ditunggu tiba. Aisyah dan Hilal berangkat dari pesantren pukul 09.00 wib. Saat Aisyah hendak menaiki sepeda motor milik Hilal semua mata tertuju pada mereka berdua. Semua orang yang ada diposko melihat pintu gerbang kearah mereka. Beruntungnya tak banyak yang ada disana karena pengajian sedang berlangsung yang ada hanyalah guru piket dan petugas posko.

"Tunggu Aisyah. Pakai ini dulu." Hilal menyerahkan helm pada Aisyah.

Aisyah bingung bagaimana cara ia mengambilnya. Tangan kanannya memegang ransel milik Hilal sedangkan tangan kirinya memegang tas miliknya sendiri. Melihat kondisi Aisyah, Hilal kembali turun dari motor ia memakaikan helm untuk Aisyah. Aisyah kaget melihat perlakuan Hilal kepada dirinya ia terpaku memandang Hilal.

"🌝 Sini tasnya biar saya yang pakai." Hilal mengambil ransel dari tangan Aisyah ia memakainya dari arah depan.

Hilal kembali menaiki sepeda motor.

"Ayo kita berangkat."

Aisyah tersadar dengan segera ia duduk dibelakang Hilal. Sepeda motor itu mulai berjalan.

Saat tiba dijalan raya Hilal menambah kecepatan. Aisyah takut, ia tidak berani untuk berpegangan. Hilal melihat Aisyah di spion.

"Pengangan kalau kamu gak mau jatuh nanti." Hilal melirik Aisyah yang ada dibelakangnya.

Aisyah ragu-ragu ia memberanikan diri memegang pundak Hilal. Jantung Aisyah berdegup kencan saat tangannya menyentuh pundak Hilal.

Selama dalam perjalanan Aisyah curu-curi pandang melihat Hilal di spion begitupun sebaliknya.

Setibanya di Bireun Hilal menepikan motor, ia memasuki sebuah distro. Aisyah hanya bisa mengekor tanpa bertanya apa-apa.

"Ayo pilih. Kamu mau yang mana?"

Aisyah kaget ia pikir Hilal kesana untuk membeli baju untuk dirinya sendiri karena sekarang mereka berdiri tepat ditempat pakaian laki-laki.

"Saya tgk? Untuk apa? Baju saya masih banyak dirumah, itu pun jarang saya pakai hehee."

Hilal memilih-milih baju yang cocok untuk dirinya sedangkan Aisyah masih berdiri disampingnya.

"Selama kita menikah saya belum pernah membelikanmu apa-apa kan? Jadi pilih lah yang kamu mau." Hilal berpindah tempat.

Aisyah bingung ia tidak tahu harus memilih baju yang mana. Aisyah berjalan ke arah pakaian wanita. Tiba-tiba mata Aisyah tertuju pada baju couple yang terpajang dipatung ia mengambil salah satunya.

"Sepertinya ini cocok buat tgk.Hilal." gumam Aisyah.

"Bagaimana? Dapat?"

Hilal mengagetkan Aisyah.

"Eum, bagaimana kalau yang ini. Satu untuk saya satunya lagi untuk tgk." Aisyah memperlihatkan baju yang dipegangnya.

"Terserah kamu saja."

"Tapi kalau tgk gak suka gak apa-apa. Biar saya cari yang lain."

"Itu cocok sekali untuk kalian berdua. Kamu pasti terlihat lebih anggun memakai drees ini." ujar si pemilik distro sembari tersenyum kepada Aisyah.

Aisyah dan Hilal saling berpandangan.

"Ya sudah kalau begitu yang ini saja
Mbak. Berapa harganya?" Hilal mengeluarkan dompet.

"800.000 "

"Apa? 800.000?" Aisyah terkejut.

"Iya. Itu sudah diskon lho, biasanya kami jual 900.000."

"Gak usah tgk. Biar saya cari yang lain saja." Aisyah meletakkan baju itu di tempat semula.

"Gak apa-apa, Aisyah. Mbak, kami ambil yang ini." Hilal menyerahkan uang kepada pemilik distro.

Calon Imam Untuk Aisyah(COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang