Yoongi berjalan santai di trotoar. Di sampingnya, Jimin juga berjalan santai. Mungkin terlihat demikian
Tapi sedari tadi, sebenarnya Jimin terus menerus mengepal dan memainkan jemarinya di kantung jaket. Selain karena takut insiden yang menyebabkan perutnya terluka terulang lagi, Jimin juga gugup.
Ya. Gugup karena tepat di sebelahnya, berdiri senior yang terkenal galak dan dingin.
Tiba tiba mereka pulang bersama, siapa yang tidak kaget? Bahkan Jimin sendiri kaget, mengapa tadi Yoongi menarik tasnya
"Jimin"
"Ha? Iya?"
Yoongi seperti ingin mengatakan sesuatu, namun diurungkan. Dia mendecak "Jangan melamun"
Yang diberitahu hanya mengangguk. Kembali merunduk, memperhatikan tali jaketnya, yang entah sejak kapan lebih menarik dari pada lampu lampu dikala sore
Keduanya duduk beriringan di halte bus.
Hening.
"Umm... Jim?"
"Iya?"
"Ck. Lupakan"
Jimin menautkan alisnya bingung, dahinya mengerut sambil menatap Yoongi. Tanda bahwa dirinya tengah berfikir
Sial. Menggemaskan sekali —Yoongi
"Kau lupa—"
"Eh, itu busnya kak! Ayo ayooo"
Jimin segera menarik lengan Yoongi, dengan senyuman lebar menyapa bapak supir bus. Tampaknya bapak tersebut memang sudah akrab dengan Jimin
"Loh? Tumben naik lagi?" sapa bapak tersebut ramah
Jimin tertawa, keduanya tidak mendapatkan tempat duduk. Namun itu tidak masalah
"Mulai latihan lagi pak" jawab Jimin seadanya
Bapak tersebut mengangguk. Melirik Yoongi sekilas dan tersenyum
Yoongi yang tidak siap diberi senyuman terkejut, lalu reflek memberikan senyum. Yang malah menjadi aneh
Bibirnya terangkat satu keatas, dengan mata tidak menyipit sama sekali. Malah terlihat seperti menyeringai
"Pffft. Itu senyum terbaik kakak?" tanya Jimin seraya meraih pegangan pada bus
Sebal ditertawakan. Yoongi menedang betis Jimin pelan
Namun malah dibalas dengan tawa
Tawa manis dari seorang Park Jimin memang terbukti memabukkan. Terbukti dari banyaknya pasang mata berbinar yang segera memperhatikan tawa Jimin, dan ikut tersenyum setelahnya
Jimin mencubit kedua pipi Yoongi, menariknya kearah berlawanan
"Jadiii, ini harus naik"
Sedikit berjinjit, Jimin mensejajarkan mata mereka. Menatap mata Yoongi lekat, lalu tersenyum. Memperlihatkan eyesmile andalannya
"Matanya juga menyipit, biar kelihatan ikhlas"
Yoongi datar saja.
Membiarkan yang lebih muda mengaduk aduk wajahnya. Hingga tiba tiba bus berhenti mendadak
Refleks.
Yoongi setengah merengkuh pinggang yang lebih muda. Serius, itu gerakan refleks.
Keduanya jadi canggung. Apalagi tangan Jimin masih berada di pipi yang lebih tua
Perlahan Jimin menurunkan tangannya, lalu memegang pegangan bus lagi.
Canggung.
Bus kemudian mulai berjalan lagi.
Sial.
Hal hal seperti tadi tidak bagus untuk kesehatan jantungku
**
ahem.AHAHAHAHAG. MAU KETAWA DULU SOALNYA NGEBAYANGIN YOONMIN PELUKAN BENERAN :(
KAMU SEDANG MEMBACA
Mochi •YoonMin [END]
FanfictionKau tau Mochi? Kue bulat, yang kenyal, dan biasanya berwarna putih. Rasanya? Hm, awalnya aku tidak suka. Yah, aku tidak menyukai makanan manis Tapi. Apa kalian pernah membayangkan melihat Mochi dalam wujud manusia? Jika belum, mari ikut aku. Aku sud...