Puisiku terdengar tidak indah sejak tak lagi ada namamu di baitnya
Doaku tak lagi terlantun syahdu kala namamu membantah tuk diucap
Butiran kesedihan hanya mampu menggumpal pada dagu, menunggu giliran untuk menitik ke bumi
Bendungan suci telah meluap, tanganku tak lagi sanggup menyeka kala air mata gugur dengan segala keikhlasannya
(Pekanbaru, 16 Oktober 2019)
KAMU SEDANG MEMBACA
Bersemayam di Kaki Bulan
PoetrySebelum malam menetak hari Senja perlahan menyeka cahaya jingga Menyediakan waktu untukku mengarak langkah menuju timur Walau barat lebih tampak menyilaukan Aku berupaya berdamai dengan dunia dan seisinya Lantas aku bersemayam di kaki bulan bersama...
