Merindu Hujan

26 3 0
                                        

Sekali waktu hujan enggan untuk duduk lagi bersamaku di teras rumah
Bahkan rona mendung pun tak lagi tampak di muka langit
Hujan,
Apakah engkau marah kepada tetanggaku yang kerap mencacimu di kala kita sibuk bercengkrama di halaman rumah
Atau mungkin engkau tak lagi nyaman karena syukur telah meninggalkan perkampungan ini
Hujan,
Kemarilah, aku rindu dekapanmu
aku rindu belaianmu
Tempo hari engkau masih mengusap-usap kepalaku
dan kini kau minggat beberapa waktu untuk mengasihi dunia
Di sini, di teras rumah ini, aku masih setia rindu padamu, Hujan.

(Pekanbaru, 15 Januari 2020)

Bersemayam di Kaki BulanCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang