Sumpah serapah itu
senantiasa terkatung-katung di langit mulutnya
Saban cakap terbuka
menghujam tepat di dada
Kalimat yang dilekukkan oleh lidah menjelma sampah
Tak kenal dengan jarak
dekat atau jauh, sampah kembali menjelma pada mulutnya
Tong sampah kalah nyaring bila bersanding dengan mulutnya
Karena tong sampah telah dipenuhi oleh kata-katanya
(Pekanbaru, 18 Desember 2019)
KAMU SEDANG MEMBACA
Bersemayam di Kaki Bulan
PoetrySebelum malam menetak hari Senja perlahan menyeka cahaya jingga Menyediakan waktu untukku mengarak langkah menuju timur Walau barat lebih tampak menyilaukan Aku berupaya berdamai dengan dunia dan seisinya Lantas aku bersemayam di kaki bulan bersama...
