Kota seakan tidak hendak terpejam
Malam meringkus biru
Sesosok tubuh lusuh tersandar layu di pelantaran toko
Bulan tersungkur di kepala
dan mataharinya telah dibawa lari oleh peri bersayap mungil
Kepalanya kini sepi layaknya rumah tanpa penghuni
Bintang mengecup keningnya
Riuh kendaraan lalu lalang menjadi lantunan pengantar tidur
Dirinya sebenarnya tidak sendiri
sepasang malaikat sedang sibuk mengipas tubuh lusuhnya agar tidak tersengat panasnya kehidupan dunia
(Pekanbaru, 27 November 2019)
KAMU SEDANG MEMBACA
Bersemayam di Kaki Bulan
PoetrySebelum malam menetak hari Senja perlahan menyeka cahaya jingga Menyediakan waktu untukku mengarak langkah menuju timur Walau barat lebih tampak menyilaukan Aku berupaya berdamai dengan dunia dan seisinya Lantas aku bersemayam di kaki bulan bersama...
