Di lorong rumah sakit ini
banyak kutemui orang asing dengan keinginan yang sama, tak ingin berlama-lama di sini
Cemas menempel di setiap dinding ruangan
Risau dan sakit betah berada di antara jahitan baju
Obat dari Dokter turut bermunajat agar cepat bereaksi pada tubuh pasien
Sunyi mekar pada tiap tiang lorong
hanya ada suara isak tangis mengiringi trol roda ranjang yang menuju ruangan
Bising tiba-tiba menggelegar
Sorak sorai meluap dari ambang jendela
Ternyata sesosok bayi telah tersenyum manja menunggu kumandang adzan di telinga mungilnya
Bahagia membuncah pada keluarga itu
Sedangkan di ruangan sebelah
Malaikat maut baru selesai mencuci tangan
(Tembilahan, 29 Desember 2019)
KAMU SEDANG MEMBACA
Bersemayam di Kaki Bulan
PoesíaSebelum malam menetak hari Senja perlahan menyeka cahaya jingga Menyediakan waktu untukku mengarak langkah menuju timur Walau barat lebih tampak menyilaukan Aku berupaya berdamai dengan dunia dan seisinya Lantas aku bersemayam di kaki bulan bersama...
