Waktu berdenyut dengan kepastian
Detik melompat dari angka ke angka
Di bilik perjuangan, kesunyian duduk manis di sebelahku kala kipas angin memilih untuk mengheningkan cipta
Jendela bisu ikut mengutuk melalui angin yang lalu
Seisi ruangan berupaya menyumpah nasibku yang malang
"Pendidikan itu penting untuk kemajuan bangsa!" katamu.
Hingga sajak ini kutuliskan, belum jua terlihat harapan yang kugantungkan pada pendidikan
Harapanku kini hanya mampu terbaring di lantai beralaskan doa
Hanya itu yang kupunya.
Di sela-sela aksara, harapan itu kembali coba kubangunkan
Agar menemaniku menuju gerbang kebahagiaan
Dengan langkah gontai, ia mendekat ke arahku
Plaaakkk!!!
Ia kembali jatuh pingsan setelah di tampar oleh biaya.
(Pekanbaru, 3 November 2019)
KAMU SEDANG MEMBACA
Bersemayam di Kaki Bulan
ŞiirSebelum malam menetak hari Senja perlahan menyeka cahaya jingga Menyediakan waktu untukku mengarak langkah menuju timur Walau barat lebih tampak menyilaukan Aku berupaya berdamai dengan dunia dan seisinya Lantas aku bersemayam di kaki bulan bersama...
