2

18K 699 7
                                        


"Biann.....!!!"..

Bian tersadar dari lamunanaya dan tersenyum senang melihat siapa yang datang.

"Ekh mas bambang.." Sambut bian cengar-cengir seketika berubah datar setelah mendapat pukulan maut oleh orang yang di panggil Mas bambang..

"Gue Beno bukan bambang..!"Sinis pria itu membenarkan. Tak perduli Bian hanya merespon dengan memutar bola matanya..

"Nih bentar takeoff.." Bian menyerahkan tiket dan tetek bengeknya." Beno bengong menatap Bian dengan wajah kebingungan dia disuruh pergi begitu? Tidak lihat dirinya masih memakai setelan kerja. Dasi yang sudah terkoyak kancing kemejanya sudah terbuka dan lagi bajunya sudah keluar dari celananya.

Memang setengah jam yang lalu Bian ngotot di selingi marah-marah menyuruh Beno agar cepat-cepat kebandara. Mengingat Beno adalah asisten di perusahaan atasanya, Beno mengerti walaupun harus pecicilan menuju bandara dan lagi-lagi Beno harus menahan kesabaranya karena jarak perusahaan dan bandara cukup jauh. Tak usah ditanya Beno menjadi pembalap dadakan seketika karna bos laknatnya. Bahkan dia sempat kejar-kejaran dengan polisi karna menyerobot lampu merah.

"Maksudnya gimana nih?" Tuntut Beno meminta penjelasan.

Bian menepuk pundak beno 2 kali.
"Gantiin gue ke Bali.Pulang dari Bali gue jelasin semuanya.Gue minta tolong sebagai sahabat bukan menyuruh lo sebagai bahawan gue Ben.." Pinta bian sungguh-sungguh.

Beno mengangguk mengerti. Kalau sudah seperti ini pasti berkaitan dengan keluarga. Beno sudah hafal dengan sahabat sekaligus atasanya ini.

"Gak usah letoy gitu jiwa bos lo nanti ilang.. " Cibir beno dia sedikit kesal karna di buat jantungan oleh Bian...

Bian mendengus

"Lo kesini bawa mobil?".

"Bawa!".

"Mana kuncinya gue mau cabut".

"Oke" Merogoh sakunya dan menyerahkan kunci mobilnya.

"Awas lo kalo gue pulang gak lo jemput!" Bian hanya mengacungkan jempol sambil berlari.

Beno menghela nafas menatap sendu koper disebelahnya. Namun sekelebat bayangan pantai diotaknya bejemur ria disana sembari meminum es kelapa dan menikmati deburan ombak. Astaga beno ingin liburan.  Lupakan Bian si Bos kejam itu sudah membuat bokong Beno kapalan gara-gara terlalu lama di kursi.

"Bodo amat gue kena marah salah sendiri gak ngasih gue cuti liburan.. " Gumam beno lalu melangkah cepat..

"Baliiii aku datangggggggg!!" Tidak perduli pandangan orang Beno meluncur bersamaan panggilan pesawat akan berangkat.

***

Taksi yang ditumpangi Raya berhenti di depan cafe yang cukup sepi mungkin karna masih jam kerja dan sekolah jadi jarang ada pengunjung di Cafe tersebut.

Raya membuka pintu masuk. Matanya melihat kesekeliling dan mendapati sosok pria dengan pakaian santai sembari mengotak-ngatik ponselnya. Raya mendesah lega ternyata Kevin sudah ada disana. Ia pun menghampirinya.

"Maaf telat suamiku ternyata berangkat jam 10." Ucap Raya langsung sebelum Kevin meminta penjelasan.

Kevin mendengus. Dia sedikit kesal tapi tak apalah demi raya.

"Oke jangan diulangi aku juga punya kesibukan."

"Maaf"

"Iya."

"Jadi gak?" Tanya Kevin dia angguki Raya ragu-ragu. Kevin menghela nafas. Ia tidak tega jika melihat wanitanya sudah seperti.

Kevin mengelus pipi Raya sayang.

Bad Daddy (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang