assalamualaikum temen-temen maaf baru update dan maaf rangkaian katanya masih belum rapi dan mudah untuk di mengherti, aku berusaha banget buat nulis yang terbaik karna masih amatir begini mohon di maklumi ya temen-temen..
jangan lupa ya vote and commentnya itu sangat berarti buat aku.
happy reading..
°°°~~∆¢∆€°×¢¶~~°°
"gimana dok?"..
dokter tian terdiam menatap habib,reno dan rani secara bergantian.
"anin mempunyai alergi kacang-kacangan tapi tidak terlalu parah hanya diberikan obat alergi mual muntahnya akan mereda.. tapi..". wajah dokter tian berubah tak enak.
"tapi kenapa dok?".. tanya rani cepat.
"apa kalian melakuakan kekerasan pada anin?". tanya dokter tian serius.
"kekerasan tidak dok?.".. bantah reno
"anin kenapa dokter?" rani begitu penasaran. perasaannya juga tak enak sejak meninggalkan cucu cantiknya.
"tadi saya periksa sepertinya tulang di bagian pergelangan tanganya sedikit bergeser. dan kedua kakinya bengkak sepertinya dia berdiri terlalu lama.. ini masih perkiraan lebih detailnya bisa datang kerumah sakit."
rani membekap mulutnya. dia terkejut bukan main. entah apa yang dilakukan bian saat dirinya tidak ada dirumah. kenapa bian begitu tega melakukan kekerasan pada anin. apa salah anak itu. rani tak percaya dengan ini semua.
"nanti saya akan membawa anin kerumah sakit.. trimakasih dokter".. ucap reno lalu mengantar dokter keluar. sementara habib keluar ruangan dengan wajah merah padam. sepertinya akan ada pettengakaran hebab saat ini.
'÷€¶€¶|{
Gerakan jari di keyboart laptop berhenti. kemudian tanganya meremas rambutnya kasar. bian tak bisa konsen dengan pekerjaanya entah kenapa bayangan anin menari-nari di kepalanya.
Harusnya bian tak perduli, toh sudah ada orang tuanya yang menanganin anin. tapi ada rasa cemas di hatinya walaupun sedikit. pria itu tetap menyangkal.
brakkkkk
bian terkejut bukan main mendengar gebrakan pintu ruang kerjanya. sorot matanya menakap habib yang menghampirinya dengan wajah merah padam. ada apa sebenarnya.
"ayah."
"apa yang kamu lakukan pada anin disaat kami tinggal?".. bian menatap ayahnya angkuh.. sedikit pun tak adrasa takut di benaknya.. dia hanya tau habib hanya ayah bejat yang berkali-kali mendua di belakang ibunya. bagi bian habib hanyalah pria kotor yang tak pantas di panggil ayah.
"apa pedulimu?. kau bilang dia anakku terserah aku apakan dia."..
habib menggeram marah. kecewa sekaligus marah. dia memang tak punya harga diri dihadapan bian. anak laki-laki yang begitu ia sayang sedikitpun tidak punya rasa hormat pada dirinya.
"begini cara mendidik anak?. ?. dengan menyiksanya?.. ayah macam apa kamu bian?.. bentak habib keras. emosinya meluap-luap saat ini.
"kenapa?. apa aku tidak pantas disebut ayah?. lalu dirimu aku sebut apa?".. balas bian sinis.
habib menatap bian tajam rahangnya mengetat tegas. anaknya sangat kurang ajar padanya.. dulu anak paling ia jujung malah merendahkanya.
"beraninya kamu bian!"..
bian tersenyum mengejek.
"kamu memang ayah biologisku hanya itu."
"BIAN!!!".
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Daddy (COMPLETED)
Beletrie(Proses Revisi) Anin bukan anak haram bukan juga anak angkat namun tak dianggap oleh ayahnya . Anin adalah gadis berusia empat setengah tahun lahir dari pasangan Abian Bagas Hamdani dan Araya Putri Bagaskara .dulu kedua pasangan itu saling menyayang...
