Sesosok bayi mungil itu bergerak-gerak di kasur bayi dekat ranjang sang ibu namun sangat di sayangkan kehadiranya tak ada yang menyambut dan mirisnya bayi itu sudah menjadi piatu beberapa detik setelah ia lahir kedunia..semua orang yang berada disana masih berduka dengan kepergian raya..
Raffasya Arditana Hamdani bocah smp anak bungsu dari habib menatap sendu mayat kaka iparnya sesekali menyeka air mata yang tiba-tiba meleleh. bocah itu sedih. dipastikan sangatlah sedih.
Tidak ada yang tau jika dialah yang menjaga raya selama masa kehamilan. tidak ada yang tau jika raffa selalu mengurus raya. menyiapkan makanan, memberikan susu, duduk disamping raya jika wanita itu menangis dalam diam, menyelimuti raya di saat tidur, mengigatkan raya untuk beribadah. dan masih banyak lagi.
Dia yang tau apa yang raya rasakan. bocah itu tau jika raya sangat terpuruk saat itu. hingga tak sanggup menahanya kaka iparnya itu menyerah dan meninggalkan dirinya.
"dek.."
"iya kak". sahut raffa. mereka sedang duduk di ayunan samping rumah.
"seneng gak bakal punya ponakan?"..
raffa mengangguk dengan wajah bingung. mengapa kakaknya bertanya seperti itu.
"kaka pengen namain anak kaka anindira. bagus gak?".
raffa mengangguk. "bagus".jujur raffa
"nanti kamu bilang sama mama papa kaka rino sama kaka bian ya!" pinta raya
"kenapa gak kaka aja?"..
"gpp".
bungkam.. raffa tak berani bertanya. dan pertanyyan itu masih terngiang-ngiang hingga.
Jadi ini jawaban dari perkataan ambigu kaka iparnya. raya ternyata memang sudah siap meninggalkanya.
raffa sangat sayang kaka iparnya. bahkan sudah ia anggap kaka kandungnya sendiri ,wanita itu selalu membantu raffa mengerjakan pr, menemaninya bermain ps, bahkan sering nonton dibioskop bersama ke mall. mereka sangat akrab dan yang paling raffa ingat dirinya pernah di selamatkan oleh raya. bahkan raya sendirilah yang jadi korban tabrak lagi hingga kritis. dan sejak saat itu raffa sangat menyayangi kaka ipar.ya itu.
Raffa mengusap air matanya yang menetes kesekian kalinya . ia memilih menghampiri bayi yang berada box.
bayi itu menggeliat san menangis keras. raffa tersenyum melihat bayi cantik itu. sangat mirip raya walau bibir dan dagunya duplikat bian. namun tak raffa tak bisa menyangkal jika wajah itu lebih didominasi raya.
Raffa mengusap pipi dan kepala bayi mungil itu ,seakan mengerti ada yang menemaninya tangisnya beransur-ansur berhenti. Bocah laki-laki itu tersenyum.
"jadilah anak yang kuat, cantik dan pintar, Abang selalu menjaga kamu anin". ucap raffa menyebut dirinya dengan abang. dan itu sudah menjadi kesepakatan raffa dan raya dulu.
####
pemakaman raya sudah selesai,pelayat pun sudah pulang, habib sang mertua telah pulang karna sang istri pingsang berkali-kali tak sanggup melihat proses pemakaman raya sang kaka renoo membantu dan mengantarkan mereka pulang.
Dan kini hanya ada bian dan raffa. bocah itu masih setia menagis dalam diam sesekali mengusap batu nisan dan merapikan bunga-bunga yang tercecer tak jauh dari gundukan.
sementara bian. pria itu hanya menatap kosong gundukan itu hatinya sakit tapi tak tau sakitnya karna apa. sakit karna di khianati atau sakit karna di tinggalkan. mengingat kenangan dulu bersama raya terus terang bian terpukul namun semua itu sirna jika mengingat perselingkuhan yang raya lakukan padanya. bahkan dia merasa bersyukur jika raya meninggal dan itulah balasan dari apa yang istrinya lakukan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Daddy (COMPLETED)
Ficción General(Proses Revisi) Anin bukan anak haram bukan juga anak angkat namun tak dianggap oleh ayahnya . Anin adalah gadis berusia empat setengah tahun lahir dari pasangan Abian Bagas Hamdani dan Araya Putri Bagaskara .dulu kedua pasangan itu saling menyayang...
