kepulangan Bian telah di sambut antusiasme para karyawan Hamdani Grub. Sani telah mengabari bahwa bosnya telah memenangkan tender dan apa yang terjadi , kantor menjadi heboh dan langsung bersiap membuat penyambutan dadakan untuk sang bos.
Raffa dan Anin hanya bisa menonton sembari memakan ringan duduk disudut ruangan. keduanya kadang berceloteh atau menertawai kegaduhan karyawan riwa-riwi. Mereka terlihat seperti anak yang nakal dan menyebalkan.
Tak lama Sani dan Bian pun datang dengan senyuman kemenangan lebih tepatnya sih Sani yang seperti itu karena Bian hanya bersikap datar seperti tak ada apa-apa dalam hidupnya.
"wahhh pak keren banget!!!". seru sani melihat loby kantor tiba-tiba dipercantik seperti ini.
"yah keren. tapi gak modal!". celetuk bian langsung membuat mata sani memincing.
Astaga bosnya ini sudah mending di sambut dengan semeriah ini. walaupun dengan sederhana tapi mereka sangat menghargai perjuangan bos.nya. harus ya bian berterima kasih dong!.
"kenapa kamu natap saya gitu?". tanya bian merasa di sinisi.
"enggak. saya mau ketemen saya dulu!". cetus sani meninggalkan bian ditempat. lah salah bian apa kok . harusnya dia yang marah karena bawahanya tidak tidak sopan kepadanya.
"dia yang salah kenapa gue yang disinisin awas saja nanti!". gumam bian berencana membalas dendam sani.
"papaaaaa!". triak Anin menghampiri ayahnya.
mendengar suara yang dari tadi ia rindukan membuat bian merasa lega.
"sayang!". bian langsung berjongkok dan membopongnya. ia cium berulangkali hingga membuat sang gadis tertawa senang.
"udah makan?".
Anin mengangguk.
"udah!".
"makan apa?".
"pizza!"
"kok pizza sarapan pake pizza?".
"engga. salapan kan sama papa di lumah nasi goleng. disini makan pizza tadi sama abang!". jelas Anin dengan gaya yang menggemaskan. raffa pun sampai gemas mencubiti kedua pipi keponakanya dengan bruntal.
"raff udah!".. raffa cemberut walaupun akhirnya menuruti ucapan kakanya.
"kita ke dalem aja. Saniiiii!!". Bian memanggil sani yang tenagah asik jingkrak-jingkrak dengan temanya menghentikan kegiatanya lalu mendekat dengan tampang ogah-ogahan.
"kamu kenapa pandanganya gitu sama saya?". cecar bian tak suka dengan kelancangan sani
"saya kesel sama bapak?".
"kamu berani kesel sama saya?". tanya bian judes. entah kenapa jika bersama sani bawaanya ingin marah.
Sani cemberut kepalanya tertunduk sembari memainkan jarinya sani menggeleng.
bian berdecak kesal dengan tingkah sekertarisnya yang terkesan manja kepadanya. dia pikir bian akan merayu dan membuat sani tersenyum lagi. ckkk bukan bian sama sekali.
"bapak kok gitu sih!".. rajuk sani dengan mata berkaca!.
Ahhh bian sudah tidak enak kalau begini acaranya. pertahananya akan lemah jika bola mata sani sudah berkaca seperti ini dan ini atas kesalahanya.....?
Kesalahan siapa??.
bian berdecak. ini bukan salahnya
"saya salah apa sama kamu?". tanya bian masih judes.
"bapak gak ngehargai kerja keras temen-temen saya .. padahal juga saya udah ngasih tau temen-temen sampe orang pada ngeliatin saya kaya orang gila saking senengnya disana. apa bapak tau?. saya tadi malem lembur sampe jam 2".. ujarnya mengutarakan unek-uneknya. sani memang salah satu karyawan yang berani mengutaran apa yang ada di hati dan otaknya. kadang membuat bian merasa bersalah atau marah dan tertawa karna tingkah aneh sani. ya bisa dibilang sani merupakan sosok pengganti jika beno tidak ada.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Daddy (COMPLETED)
General Fiction(Proses Revisi) Anin bukan anak haram bukan juga anak angkat namun tak dianggap oleh ayahnya . Anin adalah gadis berusia empat setengah tahun lahir dari pasangan Abian Bagas Hamdani dan Araya Putri Bagaskara .dulu kedua pasangan itu saling menyayang...
