"papa..".. suara serak anin ruangan kerja bian. sudah 3 jam lamanya anin terdidur nyenyak di sofa besar begitupun raffa yang masih berkelana dalam mimpinya.
anin mengucek matanya lucu ia masih mengantuk tapi ia bermimpi bian pergi meninggalkanya lagi, ketakutan seperti itu nyatanya sampai diimpikan oleh gadis kecil itu.
"pa-paa..".. retina matanya menelisik sudut ruangan , tidak ada bian disana hanya ada raffa yang masih terdidur pulas.
bayangan bian meninggalkanya membuat matanya memanas.. tubuhnya pun bergetar. tetesan demi tetesan membasahi pipi cubbynya
"pa-paaaa hikhhh.."
ceklekk..
pintu terbuka dan sosok bian berdiri disana menatap anin dingin.
"papaaa.". anin menangis lagi membuat bian mengendus frustasi. sebenarnya ia lelah dan malas menengkan anin tapi tangis pilu itu membuatnya ia tak tega..
Didukung omongan beno tadi yang membuatnya berfikir dua kali untuk bersikap cuek pada anaknya. rasa penyesalan mencubit hatinya.
dulu disaat anin masih bayi bian tak pernah menyentuhnya ,kejam memang tapi memang benar adanya.. sentuhan pertamanya kala anin masih berumur 11 bulan ,bayi itu merangkak masuk kedalam ruang kerjanya tanpa ia sadari. bayi mungil itu merangkak dan mencoba berdiri menghampiri bian namun hanya 2 langkah bayi itu terjatuh dan menagis keras. mungkin karena naluri seorang ayah itu ada secara reflek bian beranjak dan mengemban Anin..
Astaga bian merasa sangat tidak becus dikatakan ayah. ucapan beno menjadi boomerang baginya.
flasback
Metting di mulai 15 menit sebelum bian datang. penjelas mengenai kerjasama perusahaan pun di lakukan disusul presentasi sani dan beberapa kali beno menambahkan, meeting kali ini tidak setegang metting dengan kolega lainya mungkin karena rekan kali ini orangnya supel dan gampang di ajak kerjasama tanpa harus merayu, cukup membantu bagi bian yang sedang dirundung masalah.
"ya sudah kalo begitu saya serahkan semuanya dengan pak bian. saya percaya kok.!".. Exel cukup puas dengan presentasi bian. pria ramah dan baik hati ini cukup gampang untuk diajak kerja sama tapi jangan sekali-kali melakukan kecurangan bisa bangkrut perusahaan nanti..
"bian saja.. saya masih muda..!". jawab bian tersenyum manis
"jadi anda pikir saya sudah tua?". kekeh exel membuat bian tak enak.
"ya memang saya sudah tua sih.." . lanjutnya lagi.
"maaf pak gak maksud!".. ucap bian tak enak hati
"gpp emang saya udah tua kok . santuy aja kalo kata anak saya.".. kekeknya.bian dan beno dibuat melongo jangan tanya sani wanita itu sudah tergelak mendengar kata santuy sampai bian mengintrupsi agar diam..
drtt drttt drttt.
"saya angkat telfon dulu gak papa ya kayaknya penting!". exel meminta izjn karna handphonenya berbunyi sejak tadi.
"tentu.. pak exel. silahkan!". bian mempersilahkan
"haloo"
"apaa?"
"iya bawa sini aja. saya sudah selesai!"
"oh udah didepan?. masuk aja masuk!"
"iya!"... exel menutup telfonya dan meletakkan kembali benda pipih itu dimeja.
"metting udah selesai kan ya. anak saya udah disini. lagi rewel tidak apa apa kan?"..
"iya tidak apa-apa pak. santuy.." jawb beno menekan kata santuy yang baru saja exel katakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Daddy (COMPLETED)
General Fiction(Proses Revisi) Anin bukan anak haram bukan juga anak angkat namun tak dianggap oleh ayahnya . Anin adalah gadis berusia empat setengah tahun lahir dari pasangan Abian Bagas Hamdani dan Araya Putri Bagaskara .dulu kedua pasangan itu saling menyayang...
