Panik kebingungan cemas dan takut pastilah dialami semua orang disaat terjadi peristiwa seperti tadi. tapi bian mencoba tenang dan berfikir jernih.
apa motif terjadinya peristiwa ini terjadi?. apa tujuanya?. lalu siapa dalang dari pelaku penembakan itu.
"biannnn!"..beno datang dengan nafas memburu.
"ben..!".. bian menoleh mendapati beno yang terlihat ngosngosan. sepertinya dia juga panik.
"lho gpp?". bian menggeleng
"siapa yang ngelakuin ini?"..lanjut beno
"gue juga gak tau. mending pulangin semua karyawan yang lembur disini.. hubungin intel kita buat cari siapa dalang dari semua ini!".. beno mengangguk lalu pergi dari sana. sementara bian kembali keruanganya menyeruh sani pulang dan mengambil beberapa berkas penting agar aman disimpan dirumahnya.
tapi nyatana
"sani.. san...!"..
tak ada sani disana.. mungkin sudah turun disaat bian keatas. pikirnya. ia pun memilih keruang penyimpana dan mencari berkas2 yang menurutnya penting.
tapi tidak ada 1 lembar pun disana..
bagaimana bisa?. hanya dia sendiri yang tau dimana ia menyimpan.. bahkan beno sekalipun tidak tau semua aset didalam berkas itu..
tidak... ada 1 orang yang tau tentang ini..
"tidak mungkin!"..
########
sani berjalan cepat sembari membawa tumpukan berkas di tasnya yang ia rengkuh.. disaat bian dibawah ini kesempatan dirinya keluar melewati tangga darurat. dan disinilah dia yang sudah berada di parkiran bawah tanah. dan ada seseorang yang menantinya didalam mobil.
"masuk!".. supir dari mobil mahal itu membukakan pintu untuk sani yang didalamnya sudah ada sosok pria yang menanti dirinya.
"hallo sayang!"..
sani menghela nafas dan menyerahkan tas yang berisi berkas penting itu kepada brian..
"ini kan yang lho mau?. setelah ini lho pergi dari kehidupan gue sepeeti perjanjian lho kemarin!"..
brian tersenyum miring menerima tas tersebut.
"tidak semudah itu sayang.!"..
"apa maksud lho?. lho udah janji kan?".. tanya sani emosi. ia merasa tertipu dan diperas.
brian terkekeh
"sebelum dia bener-bener hancur aku tidak akan melepaskanmu sayang!"..
setetes air mata sani meluncur... kapan semua ini akan berakhir. sunggu dirinya sudah tidak kuat menerima cobaan ini.
"apa salah gue?. apa salah pak bian sama lho?. cuma kalah tender lho sampe mau ngancurin hidup orang!".. wajah putih itu sudah berubah menjadi merah menahan amarah. nafas sani pun langsung tersendat karna tak kuat menahan semuanya.
"jangan sebut nama dia didepanku!". ucap brian marah. ia sedikit terusik dengan panggilan sani kepada bian.
"sifat irimu itu bakalan merusak hidupmu brian... gue minta dan gue mohon sama lho jangan usik hidup gue yang udaha hancur ini. atau gue bakalan hancur dari ini.. pleasee gue gak mau hidup dalam penyesalan hikh..".. kedua telapak tangan sani menutupi wajahnya yang memerah karena menangis. sungguh ia sudah tidak kuat dengan tekanan batin dan fisik dari brian. dan dari lubuk hati sani dia sangat membeci brian pria yang sudah memperkosanya itu.
"hahhaa".. brian tertawa sumbang. detik berikutnya wajahnya berbuah datar dan mata menatap sani tajam lalu mencondongkan tubuhnya kearah sani
"tidak ada seorang pun yang bisa merusak hidupku!".. sinis brian kemudian duduk kembali diposisi semula dan menyuruh supirnya untuk menjalankan mobil.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Daddy (COMPLETED)
Ficción General(Proses Revisi) Anin bukan anak haram bukan juga anak angkat namun tak dianggap oleh ayahnya . Anin adalah gadis berusia empat setengah tahun lahir dari pasangan Abian Bagas Hamdani dan Araya Putri Bagaskara .dulu kedua pasangan itu saling menyayang...
