wajah ketiga orang dewasa berubah pias melihat wajah anin pipinya memerah bekas telapak tangan dan ada darah yang keluar dari sudut bibirnya. tamparan bian cukup keras ternyata.
"anin sini nak...!" beno menarik anin menghadnya. ia meringis melihat keadaan anin . itu pasti sakit.
"lho keterlaluan yan. tamparan lho sampe kek gini!"..
Bian menghela nafas rasa bersalah menyelimuti dirinya kembali. di melupakan prinsipnya yang anti ringan tangan. namun tadi ia melanggarnya
Dengan berat hati bian menarik anin menghadapnya mengehecek separah apa tamparannya. walaupun sudah tau karna dirinya pun sadar menampar anin sedikit keras.
"tau kenapa papa pukul?"...
anin mengangguk.
"apa?"
"anin pukul sila."
"tau kenapa papa tampar?"
anin mengangguk
"apa?"
"anin gak mau minta maaf!"
"mau di ulangi?".
"engga!"
"jangan di ulangi. nanti papa marah. papa gak suka anak nakal!".
anin mengangguk dan kembali menangis.
"maafin anin papa. anin nakal.!"
"iya kamu nakal!"sentak bian membenarkan.
anin semakin menangis keras menyesali perbuatanya. jujur dia hanya cemburu melihat kedekatam sila dan bian. karna seumur hidupnya anin belum pernah diperlakukan seperti itu oleh bian.yang notabetnya ayahnya sendiri.
"jangan nangis. papa gak suka anak cengeng. anak cengeng bukan anak papa!". anin langsung diam kepalanya mengangguk.
"papa sakitt!".. lenguh anin dengan suara bergetar saat bian menekan pipi anin.
"makanya jangan nakal!"
"iya papa maaf!"..
"sini!".. bian mengangkat anin dan menggedongkanya. ia cium sebanyak 2 kali pipi merah yang telah ia tampar tadi. jujur ia menyesal telah menampar anaknya.
tangis anin langsung pecah meluapkan emosi yang sedari tadi gadis itu tahan. ia kesal sekaligus menyesal telah berbuat nakal. Anin melingkarkan kedua tanya di leher bian. menumpahkan segala rasa kekesalanya.
"udah diem.. maafin papa!"..
anin masih menangis enggan membalas ucapan bian. hati kecilnya masih marah dengan perlakuan bian padanya.
"pa-paaa heeee.."..
"udah nangisnya papa gak suka!".
anin tak perduli ia merengkuh leher bian kuat dan menangis keras disana.
"sila gak papa kan?". tanya bian kepada beno.
"gak papa cuma lecet doang. bocahnya juga udah anteng!"..
bian mengangguk saja lalu pamit pergi kedapur sembari menggedong anin yang masih menangis lirih.
Bian mengambil es batu dan membungkuskan dengan kain bersih yang ia ambil dari lemari khusus. pipi anin sedikit membengkak takut terjadi apa-apa bian berinisitif mengkompresnya.
Ia duduk di kursi dan anin dudukan di meja.
"pa-pa sak-kit hikh !". adunya memegangi pipinya yang sakit.
"mana yang sakit papa lihat!".tanya bian lembut. ia tak tega melihat anaknya merintih karenanya.
anin menunjukkan pipinya bekas tamparan di pipinya. ada bagian yang seiskit membiru dan bekas telak tangan yang merah di kulit pipinya yang putih bersih disudut bibirnya pun mengeluarkan darah cukup banyak.
KAMU SEDANG MEMBACA
Bad Daddy (COMPLETED)
Fiction générale(Proses Revisi) Anin bukan anak haram bukan juga anak angkat namun tak dianggap oleh ayahnya . Anin adalah gadis berusia empat setengah tahun lahir dari pasangan Abian Bagas Hamdani dan Araya Putri Bagaskara .dulu kedua pasangan itu saling menyayang...
