Sayang papa

13.6K 622 18
                                        


Bian berjalan sembari menuntun anin menuju makam mendiang istrinya. beberapa makan ia lewati bejarak 100 meter dari pintu masuk batu nisan yang bertuliskan Araya terpampang nyata disana.

Bian berjongkok di ikuti anin dan menyuruhnya untuk menaburkan bunga kegundukan tanah itu. sejujurnya anin sedikit bingung dan takut tempat apa yang mereka datangi.

"Sayang.. Aku membawa anin.. kamu pasti kangen sama dia"..

raut wajah anin semakin kebingungan kenapa ayahnya berbicara sendiri.

"dia cantik udah pinter ngomong. kadang nakal. dan maaf aku sering ngehukum dia.. untungnya dia kuat.!".. lanjut bian tak memperdulikan wajah anin yang kebingungan.

"papa ngomong sama siapa?. ini dimana anin takut!".. anin mendekat ketubuh bian bersembunyi di badan ayahnya.

"jangan takut. papa ngomong sama mama!".

"mama?"

"iya".

"diamana?".

"ini makam makam mama?".

"mama dimana?. mama di dalem tanah?".tanya anin polos

"iya. karna mama udah gak ada harus di kubur didalem tanah sayang.. kalo kamu kangen mama kita bisa kesini!"..

anin mengangguk mengerti. matanya tanpa sadar memanas dan mengeluarkan air mata.

"pengen liat mama hikh!".. anin merintih di dekapan tangan bian. hatinya sakit melihat mamanya di pendam dalam tanah. dan anin baru mengetahuinya sekarang.

"sini sama papa!". bian mengajak anin masuk kedalam dekapannya. gadis itu berdiri dan memeluk leher bian. tangisanya amat pilu membuat bian ikut dalam suasana keharuan.

"kenapa mama ninggalin anin hikh?",.

"anin gak pelnah liat mama."

"anin pengen liat mama!"..

anin menangis di pundak bian. air matanya telah banjir membasahi kemeja bian.

"udah sayang. gpp. ada papa disini liat makam mama!".suruh bian.

"gak mau!"

"kenapa?".

"nanti makin kangen!".

"kalo kangen nanti kesini lagi sayang.. liat dulu!".. pinta bian lembut anin pun menurut.

"bunganya taroh lagi kita doain mama ya biar disana mama seneng".

"benelan?".

"iya!"

"anin mau doa banyak-banyak!". bian tersenyum saja. sungguh anin sangat menggemaskan saat menurut seperti ini.

Tangan kecil anin meraup bunga dan menaburkanya di makam raya lalu berjongkok kembali di samping bian kedua tanganya menengadah berdoa kepada tuhanya.

"aminnn ya robbal Alamin" bian menutup doanya diikuti sang anak.

"aminn ya Allah"

"papa mama pa!"..

"iya sayang.. papa juga kangen mama!".. bian mengahapus air matanya dan manarik anin kembali kedekapanya. kedua menangis dengan kesedihan yang sama ,rindu orang yang sama dan menangisi orang yang sama. namun sayang orang yang mereka tangisi tak akan pernah kembali lagi

"Raya anakmu tumbuh dengan baik di denganku, aku menepati janjiku sayang.. maafkan aku telah menyakiti hatimu..". batin bian matanya menatap batu nisan mendiang istrinya.

Bad Daddy (COMPLETED)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang