Jan lupa vote dan koment ya cantik.
Karena vote itu gampang tinggal pencet bintang doang.
Dan berkomentarlah selagi itu belum dilarang.
Membuat saya senang itu dapat pahala loh.
Hepi baca yaa!!
***
Fanny melirik ponselnya dengan tatapan gelisah.
Ditelpon apa tidak ya?
Fanny memikirkan yang akan dilakukannya. Dia ingin mendekati Jonathan tapi jangan terlihat murahan gitu, kayak gimana caranya?
Setelah setengah jam berlalu ia menemukan jalan keluar yang semoga saja membantunya.
Fanny memilih untuk mengirimkan sebuah pesan kepada Jonathan via WhatsApp. Fanny mengernyit saat melihat foto prifil yang menampilkan wajah kedua bocah yang sama persis. Mereka kembar? Anak siapa? Anak Jonathan kah? Pikirnya ngawur. Aihh, tidak mungkin. Pasti itu adiknya atau keponakanannya. Lucu sekali, menggemaskan. Sedangkan foto profilnya sendiri yang semula gambar dirinya diganti menjadi buah cabai.
Me: Hai!
Gadis itu membulatkan matanya. Akhirnya berhasil juga ia mengirimkan pesan ke si makanan barat.
Fanny menunggui belasan pesan dari Jonathan yang tidak membalas balik padahal centang dua terlihat yang artinya terkirim pada pemuda itu.
"Ck, sok sibuk banget sih tuh cowok!"
Si cewek pecinta makanan pedas melirik lagi layar ponselnya yang menampilkan room chat Jonathan.
Melihat ada tulisan online di atas membuat jantungnya berdegub kencang.
Astaga bagaimana ini. Dia online. Apa balasan dari pria itu ya kira-kira?
Sambil menunggui balasan dari Jonathan. Fanny memutuskan untuk menstalker cowok itu lewat akun sosmed. Mulai dari Instagram sampai Facebook. Namun, tidak menemukannya. Benar-benar sulit. Ingin mencarinya lewat akun pertemanan Jelita, Tapi akun milik perempuan itu diprivat yang artinya dia harus memfollow gadis itu. Sorry, tidak level. Turun nanti harga dirinya jika memfollow lebih dulu gadis itu nantinya.
Sejam berlalu ternyata Jonathan tak membaca pesannya. Padahal masih online.
"Sialan tuh cowok!"
Dengan sabar Fanny tetap menunggui balasan pesan darinya. Ia meletakan ponselnya di samping bantal. Membiarkan data selularnya hidup. Jika Jonathan membalasnya dia akan tahu karena ponselnya akan bergetar jika masuk notif.
Hingga tanpa sadar Fanny terlelap tidur.
***
Jonathan sedang memanaskan motornya lebih dulu sebelum menggunakannya.
Berada di teras rumah bertiga bersama kedua adik kembarnya yang masih duduk di Taman Kanak-kanak.
"Kakak mau berangkat sekarang?" tanya Ulfa si kembar yang lima menit lebih dulu lahir itu.
"Belum."
"Kakak berangkat sendirian?"
"Iya."
"Kakak kenapa nggak dianterin kayak Mamah nganterin kita ke sekolah ya?" kini Ulfi yang bertanya. Adik terakhirnya Jonathan.
Jonathan sedikit merundukan dirinya, mengacak rambut kedua adiknya yang menatapnya.
"Kakak sudah besar. Jadi pergi sendiri dek," ucapnya tersenyum.
KAMU SEDANG MEMBACA
Amare (TAMAT) ✔
Novela JuvenilFollow akun kepenulisan saya sebelum membaca. Spin-off dari "Bad Girl In Pesantren" Judul cerita sebelumnya adalah "Cewek Mercon" *** Stefanny Almeera adalah nama lengkapnya. Bersekolah di SMA Cendikia High School Palembang. Gadis cantik dengan mulu...
