12. Malu-maluin!

824 85 25
                                        

"Hagalogo segemuguaganyaga!!!" sapa Tinky keras seraya dadah-dadah cantik.

"Kumat bahasa planetnya," gumam Jefri yang tengah mengambil gambar dirinya sendiri via ponsel.

"Alien kepala ijo," ejek Erik meneriaki Tinky yang baru datang bersama Fanny dan Jefri disisinya. Cewek pecicilan itu Masih mengenakan bandana berwarna hijau mudanya.

"Asyeeem! Ini itu bandana Pea! Nggak tahu aksesoris ye lo? Kampoengan sih!" sinisnya melemparkan tas ke meja.

Fanny bernapas lega. Jonathan tidak ada di tempatnya walau tas lelaki itu sudah menampakan diri. Yang terpenting orangnya tidak ada. Mau ditaruh kemana coba, mukanya nanti?

"Fan," panggil La Luma mendekatinya.

Jefri segera memasukan ponselnya. "Ada yang bisa dibantu La Luna?" tanyanya kalem sembari tersenyum manis.

Fanny memutar bola matanya. Siapa yang dipanggil siapa yang nyahut.

"Dia manggil gue, coeg!"

"Iya Jef. Aku manggil Fanny bukan kamu. Kalau aku mau panggil kamu kan pastinya "Jef" bukannya "Fan". Kenapa kamu yang merespon? Kamu salah tanggap. Kayaknya kamu kurang minum deh."

"Bukan kekurangan minum tapi kurang ngotak. Otak lo kan utuh dan cerdas tuh ya La Luna. Tolong dong potongi separuh terus bagiin ke Jefri. Kali aja otaknya kembali normal," celetuk Erik.

Jefri menampol kepala Erik dengan tak berpri-kesahabatan.

"Ya mana bisa. Otak dibagi-bagi. Kalau ilmu baru bisa dibagi-bagi. Kalau mau cerdas ya belajar dan asah lagi dong kemampuannya. Bukan malah minta otak aku. Nanti cara ngambilnya gimana coba? Apa harus dibawa ke rumah sakit dulu untuk dibeda?ih, serem. Nggak mau," balasnya polos.

Fanny tersenyum miris mendengarnya. "Udahlah La Luna. Gue sedih liat lo nimpalin ucapannya Erik. Pliss tetap lah waras selalu. Jangan ketularan sintingnya Erik ya." Fanny menepuk pundak La Luna prihatin. Sebelum pergi meninggalkannya.

La Luna mengerjap lalu menggangguk patuh.

"Eh, tunggu Fan." panggilnya sekali lagi. Teringat, kalau dia belum menyampaikan pesan dari seseorang.

"Ya?"

"Tadi aku habis dari Aula sama temenku kita lagi ngobrol-ngobrol. Terus ketemu Jonathan. Jonathan panggil aku terus dia bilang kalau nanti kamu udah datang disuruh ke tempat madingnya sekolah. Dia nunggu kamu di sana."

"Gue?"

"Iya. Kan aku sebutnya nama kamu bukan Jefri."

"Oh, iya-iya."

"Fan."

"Ya, ada apalagi La Luna?"

"Kamu nggak ke sana?"

"Ini gue kan mau taruh tas dulu."

"Oh."

Fanny meneruskan kembali langkahnya.

"Fan."

"Ya, apalagi?"

"Jangan lupa ke sana. Jangan telat katanya Jonathan."

"Baiklah."

"Fan."

"Apa lagi La Luna? Astaghfirullah."

"Kamu nggak bilang makasih gitu ke aku?" tanyanya.

"Untuk?"

"Kan aku udah ngasih tau ke kamu. Bisanya orang-orang akan ngucapin kata terimakasih. Kenapa kamu nggak ya?"

Amare (TAMAT) ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang