21. Tragedi Perpus

638 65 0
                                        

"Kak, mau kemana lo?"

Fae yang tengah berlalu sembari membawa tumpukan buku di tangannya bertanya pada Fanny yang berdiri di ambang pintu Perpustakaan.

"Mau ke toilet."

"Kenapa malah di sini?"

"Ya ke perpuslah. Udah tau orang dah di depan ini. Pake nanya lagi," ketusnya.

"Nggak jelas!"

Fae menyengol bahu Fanny dengan sengaja. Hampir saja tubuhnya terjerembab kalau saja tidak segera berpegangan pada pintu.

"Setaaan!" umpat Fanny pada adik kurang ajarnya itu.

"Bidadari gini dibilang setan! Kornea mata situ tersumbat deh," balas Fae tanpa menoleh. Meneruskan perjalanan yang sempat terhenti.

Gadis itu memasuki salah satu ruangan yang jarang dikunjunginya selama bersekolah di sini. Mungkin hanya tujuh kali dalam dua tahun lebih ini.

Fanny menyusuri setiap buku tebal yang dilaluinya dengan jari telunjuknya. Tujuan utamanya ke sini bukan untuk membaca pastinya. Hanya ingin mengintili Jonathan saja.

"Sialan! Ada Jelita lagi," umpatnya segera menyembunyikan separuh dirinya ke balik rak.

Terpaksa ia harus pura-pura membaca buku guna menutupi wajahnya.

Sepuluh menit berlalu dengan mata-matanya. Diperhatikan Jelita tak juga keluar meninggalkan Jonathan sendirian.

"Pegel juga kalo lama-lama berdiri di sini," gumamnya mulai kesal sendiri.

Ia memilih berjongkok dengan buku sebagai tameng wajahnya.

"Fan? Itu lo?" suara ini sangat dikenalinya.

"Eh?"

Fanny sedikit mendongak. Tidak sepenuhnya wajahnya ia perlihatkan. Hanya kedua mata dan dahi saja yang nampak.

Lelaki itu tertawa geli. Ternyata itu Lucas, si mantannya yang dulu. Cowok bule yang bikin Fanny langsung yes menerimanya saat ditembak di taman sekolah.

"Kayak nggak ada kursi aja lo. Baca buku sampai jongkok," komentarnya.

"Napa dah ngajak gue berinteraksi segala. Nggak sakit hati lo sama gue gegara gue putusin pas lagi sayang-sayangnya?" tanya Fanny jengah.

"Nggak usah diperjelas dan diungkit lagi juga kali."

"Nggak papa. Biar lo inget untuk ngebenci gue."

"Gue nggak bisa ngebenci lo semudah itu Fan."

"Karena gue cinta pertama lo?"

"Hm... Ya begitulah."

"Move on dong! Cari target baru. Gue aja udah ngelupain lo. Buktinya mantan gue udah bertambah aja kan setelah putus dari lo."

"Ngomongnya mudah, prakteknya susah. Jujur gue masih cinta sama lo, Fan."

"Gue-nya nggak. Malah gue lupa-lupa ingat kalo kita pernah terlibat hubungan. Lo tau kan rasa suka gue ke lo itu cuma sesaat. Kayak gue ngefans ke Justin Bieber terus saat ada artis pendatang baru gue lupain dia. Gitu juga rasa suka gue ke lo. Nggak serius amat," katanya kejam.

"Cantik banget sih Fan mulut lo. Hm... Tumben lo masuk Perpus? Biasanya paling anti."

"Kepo!"

Lucas tampak kecewa dengan Fanny yang kelihatan malas berkomunikasi lagi dengannya. Ia mengacak rambut gadis itu dengan sayang.

"Ya udah gue pergi kalo lo nggak mau diganggu."

"Emang seharusnya lo pergi."

Pemuda itu menghela napas panjang sebelum punggungnya menjauh dari penglihatan Fanny.

Amare (TAMAT) ✔Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang