Sepasang paruh baya terlihat sedang menikmati sarapan mereka di taman belakang mansion mereka.
"Apa kau masih ingin menjodohkan yul dengan anak sahabat mu itu, yeobo?" Tanya sang istri menatap suami nya
"Ntah lah. Aku sedikit kaget ketika dia bilang dia sudah memiliki seorang kekasih" ucap sang suami yang menghela napas cukup kasar
"Wae? Bukan kah hal yang wajar jika dia sudah memiliki kekasih di usia seperti sekarang ini?" Tanya sang istri lagi menatap bingung suami nya yang seperti terlihat kurang senang
"Aku tidak pernah mendapat kabar apapun tentang hubungan pribadi nya. Bahkan media yang biasa mengikuti nya pun tidak pernah mendapakan berita tentang hubungan pribadi nya. Aku pikir dia sama seperti yoong yang hanya suka bermain begitu saja dengan para yeoja" jelas sang suami
"Dia tidak seburuk itu, yeobo-ah. Dan yoong bukan lah anak buruk seperti itu" bela sang istri
"Aku tidak mengatakan mereka buruk. Hanya saja mereka terlalu suka bersenang-senang. Kan tau bukan, betapa besar usaha siwan untuk menutupi kasus yoong yang beberapa kali terlibat pertengkaran di club dan bahkan kedapatan membawa para wanita ke hotel" ucap sang suami yang memasukan bacon ke mulut nya
"Jujur saja aku berharap yoong segera berani berkomitmen dengan wanita yang benar-benar bisa membuat nya menjadi pribadi yang lebih baik" ucap wanita tua itu dengan tulus karena dia menyayangi yoong seperti putra nya sendiri
"Aku juga berharap yoong bisa benar-benar membuka hati nya dan berhenti mempermainkan wanita. Im siwan terus mengeluh padaku bahwa dia takut yoong tidak akan pernah mau menikah dan memberikan nya seorang cucu" ucap pria tua itu menghela napas nya
"Apa dia masih menyimpan luka akibat ibu nya itu?" Tanya sang istri yang mendapat anggukkan sang suami.
"Meskipun itu sudah terjadi 25 tahun yang lalu, sepertinya dia benar-benar masih menyimpan luka itu. Dan siwan bilang jika yoong pernah berkata padanya kalau tidak ada satupun wanita yang bisa di percaya di dunia ini" ucap pria itu tersenyum kecil
"Aku harap dengan hubungan taeng dan tiffany serta yul dan kekasih nya akan membuat yoong membuka pintu hati nya" ucap wanita itu tersenyum
"Aku harap mereka bisa mendapatkan wanita yang bisa membuat mereka bahagia, chagiya" ucap pria itu tersenyum
"Apa kau akan merestui putra kita dengan kekasih nya itu?" Tanya wanita itu
"Aku tidak berani menjanjikan apapun untuk sekarang ini, chagiya. Kita saja belum melihat bagaimana wajah kekasih nya itu. Dan terlebih lagi, latar belakang kekasih nya itu" ucap sang suami yang menyerup hot coffee nya.
"Kau benar, yeobo. Kita tidak mungkin membiarkan putra kita jatuh ke tangan yang salah" ucap sang istri yang menyerup hot tea nya.
————————————————————
*CJ group
"Baek dan Suho, kalian sore ini pergi lah ke hotel Grand hyatt untuk mengikuti konfrensi pers yang akan di adakan oleh club sepak bola manchester united sebelum pertandingan mereka besok" perintah sang boss yang bernama CJ.
"Kenapa tidak sehun saja boss?" Tanya suho yang bingung karena partner kerja baek biasanya adalah suho
"Dia sedang cuti. Jadi hari ini kau yang akan menggantikan nya menemani baek" jelas Cj yang duduk di kursi singgahsana nya di hadapan kedua anak buah nya itu.
"Ahh arraso.. kajja kita siap-siap" ucap suho yang merangkul baek untuk keluar dari ruangan boss nya itu.
** pukul 19.30 kst
Suho dan baek pun sudah berjalan keluar hotel dan menuju tempat parkiran yang tidak jauh dari lobby hotel.
KAMU SEDANG MEMBACA
The reason
FanfictionSelalu ada alasan untuk setiap hal yang terjadi. Termasuk untuk sikap yang di tunjukkan oleh manusia.
