O N G O I N G
#3 in Romance - 23 Maret 2020
#1 in Teen - 17 Mei 2020
ameyliamd (B_Fortune88's ROMANCE STORY)
DONT COPY MY STORY!!!
Gwen Miller harus menjalani nasib buruknya yang membawanya kembali bertemu dengan orang yang paling ia hindari, namun...
Semoga masih banyak yang suka sama cerita aku ini ya!!! Maaf aku baru bisa UPDATE setelah sekian lama menghilang di telan kegelapan malam, aku lagi banyak projek yang harus dikerjain, belum lagi kesibukan kuliahku :)😭
BUT, sekarang aku ada waktu, aku sempetin UPDATE buat kalian semua kesayanganku!!!❤️
JANGAN LUPA VOTE SAMA KOMEN SEBANYAK-BANYAKNYA!!!😀
HOPE YOU LIKE IT❤️
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"TIDAK MUNGKIN!" Raung wanita itu kuat.
"Aku tidak mau..." Kalimat terakhir yang wanita itu ucapkan dengan derai air mata. Gwen tidak sanggup menahan bebannya, dia terlalu shock dan terpukul akan hal yang bahkan belum pasti kebenarannya itu.
"GWEN!" Sean berteriak panik saat Gwen terlihat limbung. Pria itu dengan sigap menangkap wanita itu ke dalam pelukannya. Tubuh Gwen terkulai lemas dalam pelukannya. Dan teriakan panik Sean pada anak buahnya adalah hal terakhir yang terdengar di rumah itu.
Dealing with The Jerk
Part 32 – Rejection
_______________
Sean terlihat sangat cemas, buku jarinya terlihat memutih. Sedari tadi jantungnya berdebar begitu cepat dari biasanya. Menanti Dokter memeriksa keadaan Gwen benar-benar membuatnya takut.
"Bagaimana keadaannya? Kenapa kau lama sekali, huh?!" Sean yang melihat seorang Dokter yang keluar langsung memberondongnya dengan pertanyaan tidak sabarannya.
Sang Dokter hanya bisa menghela napas pelan, ini adalah tahun ke 20 dia menjadi Dokter kepercayaan keluarga Jefferson. Sikap angkuh Sean dan tidak sabaran seperti ini sudah biasa bagi dirinya.
"Nona Gwen, dia hanya kelelahan dan butuh istirahat. Jangan biarkan dia berpikir terlalu banyak dan jangan memberikannya tekanan, atau mungkin dia bisa saja stress." Jelas Dokter itu, namanya Dokter Freddy.
Sean nampak menyugar rambutnya keras mendengar penjelasan Dokter itu. Tatapannya khawatirnya berubah menjadi tatapan tidak percaya, "Apa dia tidak hamil?"
Dokter Freddy membulatkan matanya kaget, "Ha...hamil? Maaf, apa saya tidak salah dengar—"
"Iya, hamil! Apa Gwen sedang tidak mengandung anakku?" Tanya Sean dengan keras, sama sekali tidak perduli jika dia sedang berada di rumah sakit sekarang.
Dokter itu menggeleng lemah, "Maaf, tapi Nona hanya kelelahan dan hamil, sepertinya tidak ada gejala—"
"Sial!" Sean bahkan meninggalkan Dokter itu sebelum menyelesaikan kalimatnya. Pria itu berjalan memasuki ruang inap Gwen. Wanita itu terbaring lemah dengan wajah pucatnya. Sean menatapnya dengan pandangan lembutnya. Gwen masih terlihat cantik di matanya meskipun terlihat pucat, Gwen masih saja bisa membuatnya kagum dan terpesona akan sosok wanita itu.