O N G O I N G
#3 in Romance - 23 Maret 2020
#1 in Teen - 17 Mei 2020
ameyliamd (B_Fortune88's ROMANCE STORY)
DONT COPY MY STORY!!!
Gwen Miller harus menjalani nasib buruknya yang membawanya kembali bertemu dengan orang yang paling ia hindari, namun...
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian ya, vote sama komen yang banyakk yaaa!!!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kau," Sean menggantungkan kalimatnya, wajah Gwen yang cantik berada dalam rangkuman tangan-tangan besarnya.
"Aku? Ada apa denganku?"
"Kau membuatku merasakan hal itu, bahwa tidak semua yang aku inginkan akan mudah aku dapatkan." Sean menjedanya sebentar, "Aku begitu menginginkanmu, Gwen. Sejak dulu, bahkan setelah kita berpisah rasa itu masih ada. Hingga aku berpkir akan melakukan segala cara untuk membuatmu kembali bersamaku."
Dealing with The Jerk
Part 35 – Promise and Trust
_______________
Gwen tertergun, jantungnya berdebar sangat kencang. Tidak ada kebohongan atau bualan semata dari mata biru itu. Sean tulus mengatakannya, dia benar-benar menyesal.
"Tidak sedetikpun aku bisa menghapusmu dari ingatanku, Gwen."
"Meskipun kau membenciku?" Tanya wanita itu pelan.
Sean tersenyum kecut, "Aku sadar, sekuat apapun dan sebesar apapun nantinya, aku tidak akan bisa marah padamu—apalagi benci, itu sama sekali tidak terjadi, Gwen."
"Selama ini itu hanya topeng, Gwen. Kau yang paling aku cintai di dunia ini, bagaimana bisa aku membencimu?"
Gwen masih membeku, kata-kata Sean tidak mudah untuk dirinya abaikan sekarang ini, "Ucapanmu manis sekali." Entah kenapa kalimat itulah yang justru meluncur dari mulut Gwen pada Sean yang tampaknya sangat keras kepala sekali akhir-akhir ini.
"Kau pikir aku sedang merayumu dengan kata-kata manis agar membuatmu luluh dan memaafkanku, hm?" Sean menatap Gwen intens, "Aku bahkan akan berenang mengarui samudra—"
"Stop! Sejak kapan kau menjadi semenjijikan itu, huh?" Gwen tanpa sengaja menutup bibir Sean yang akan mengatakan hal aneh yang akan membuat dirinya mual jika tidak dihentikan. Sementara itu, Sean tersenyum senang diikuti kekehan khasnya. Dia hanya berusaha mencairkan suasana. Meskipun nyatanya permintaan maafnya belum diterima sepenuhnya oleh Gwen—setidaknya ada kemajuan antara hubungannya dengan Gwen yang akan Sean bangun perlahan-lahan. Setidaknya Gwen sudah mulai protes akan hal-hal yang dia ucapkan.
Gwen yang sadar akan tindakan tangan spontannya langsung ingin cepat-cepat menariknya. Sean yang sadar akan hal apa yang akan Gwen lakukan dengan cepat meraih tangan wanita itu. Menggenggamnya lembut, mengecup punggungnya dengan sepenuh hati.
"I'm really sorry." Sean kembali menggumam dengan nada serius. Bahkan Gwen dibuat terkejut akan perubahan emosi Sean yang cepat ini.
"Gwen, aku mohon...aku tidak akan menyia-nyiakannya. Satu kesempatan dan aku akan membahagiakanmu, Gwen."