O N G O I N G
#3 in Romance - 23 Maret 2020
#1 in Teen - 17 Mei 2020
ameyliamd (B_Fortune88's ROMANCE STORY)
DONT COPY MY STORY!!!
Gwen Miller harus menjalani nasib buruknya yang membawanya kembali bertemu dengan orang yang paling ia hindari, namun...
UPDATE EGEN!!! KEMBALI LAGI DENGAN CERITA ABSURD INI!!!
Semoga masih pada suka yaa, jangan lupa VOTE sama komen yang banyak ya guys!!!
NO EDIT SEMOGA MINIM TYPO😋❤️
HAPPY READING
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Istirahatlah." Sean menunduk. Hendak melakukan sesuatu pada wajah wanita itu, sesegara mungkin Gwen menghindarinya. Alhasil, kecupan yang akan Sean sematkan pada kening wanita itu meleset sempurna mengenai pelipisnya. Sean menatap Gwen yang membuang wajahnya dengan tatapan nanar. Namun, pria itu sama sekali tidak bisa protes. Sean berakhir mengusap pelan rambut wanita itu sebelum mengatakan,
"Aku akan menunggumu di luar."
Dealing with The Jerk
Part 33 – Everything Has Changed
______________
"Kau harus makan, Gwen." Suara baritone itu terdenger lembut. Dengan semangkuk bubur di tangannya, Sean mencoba membujuk Gwen dengan sabar.
"Aku mau pulang." Tanpa mau menatap lawan bicaranya Gwen mengatakan hal itu sambil matanya terus menatap bunga yang sedari tadi menjadi objek pandangnya. Susah payah dia menghindari kontak mata bersama pria yang sedang membujuknya ini. Berdua bersama Sean membuat hatinya terasa teremas-remas setiap detiknya. Gwen tidak suka perasaan itu. Perasaan dimana dirinya masih saja sedih dan lemah terhadap pria brengsek ini.
"Makan. Dan kau akan mendapatkan keinginanmu." Tegas Sean. Pria itu meletakan mangkuk bubur itu di atas meja. Entah sudah kali keberapa Gwen mendiamkannya. Namun ini menyangkut kesehatan wanita itu, Sean tidak bisa diam dan hanya menerima. Gwen harus dipaksa agar wanita itu cepat pulih.
"Gwen, listen." Tangannya dengan cepat meraih pipi dingin itu, memutarnya agar menghadap dirinya—menatapnya.
"Jangan menyentuhku," Wanita itu berkata lirih sambil meraih cepat tangan-tangan Sean yang merangkum wajahnya.
"Tidak, bagaimana bisa kau sekeras kepala ini Gwen?" Sean memaksakan agar wanita itu tetap menatap dirinya. Sean sangat kuat dibandingkan dengan tubuh lemasnya, Gwen tidak bisa bergerak. Tatapan mereka terkunci, mata biru Sean yang sudah lama tidak dia salami berada tepat di hadapannya. Dengan jarak yang begitu dekat, engahan napas pria itu dapat Gwen rasakan. Panas, dia sangat yakin jika Sean sedang menahan dirinya. Entah untuk apa.
"Kau harus makan, setidaknya dua suap. Atau kau akan semakin membuat tubuhmu lemah. Jika bukan untuk dirimu...ataupun aku," Sean memejamkan matanya pelan. Dia sangat emosional sekali hari ini, "Jika tidak, makanlah demi ayahmu. Dia menunggu di rumah dengan perasaan cemas."
Gwen tertegun, wanita itu mendapati diri Sean yang lebih dewasa dari 6 tahun lalu. Ya, Gwen harus menyadari jika segalanya telah berubah selama 6 tahun ini—baik itu perilaku ataupun kebiasaan.