Dealing with The Jerk | Part 28 - Endless Conversation?

132K 5.7K 147
                                        

U P D A T E

Jangan lupa tinggalkan vote dan komentar!💕 Yang banyak ya pokoknya 😭😭😭

Hope you like this part!!!💕

Sean menatap dalam mata biru milik Gwen yang nampak begitu canggung

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sean menatap dalam mata biru milik Gwen yang nampak begitu canggung. Sebelum akhirnya memutuskan untuk memberikan kecupan pada keningnya. Kenyataannya masih saja memberikan gelayar hangat yang menjalar pada seluruh tubuh wanita itu.

Kegiatan itu terjadi selama beberapa saat, mereka sama-sama menutup matanya masing-masing. Seakan meresapi rasa yang timbul dari kecupan itu. Hingga akhirnya, Sean menjauhkan dirinya dari Gwen.

"Istirahatlah." Ucapan terakhir Sean sebelum dirinya pergi meninggalkan Gwen di ruangan itu sendirian.

DEALING WITH THE JERK

Part 28 – Endless Conversation?

___________

Gwen telah diperbolehkan pulang hari itu juga, wanita itu hanya perlu beristirahat lebih. Kembali lagi, Seanlah yang mengantarkan wanita itu pulang ke rumahnya. Hingga, sekarang tatapan menusuk dari Joseph membuat Sean kembali gugup. Seperti 6 tahun yang lalu, dia dan ayah Gwen kembali berada dalam situasi yang tegang dan begitu canggung.

"Apa ucapanku kemarin belum bisa kau cerna?" Joseph memecah keheningan itu.

"Paman..."

"Gwen sudah banyak tersakiti, Sean." Potong Joseph cepat, memelankan nada suaranya.

"Maka izinkan aku membahagiakannya, Paman."

"Apa katamu? Setelah perlakuan ibumu 6 tahun lalu pada keluarga kami, kau masih berani mengatakan hal itu?!"

"Dia bukan ibuku, paman. Ibuku sudah meninggal sejak aku berumur 14 tahun."

Joseph pada awalnya terkejut, namun siapapun wanita jahat itu—dia tetaplah bagian dari keluarga Sean.

"Ini yang aku maksudkan. Kau tahu aku sudah pernah mengatakannya. Jauhi Gwen sejak awal jika memang kau berniat menyakitinya. Kemana saja kau selama 6 tahun? Memikirkan kehidupanmu saja, huh? Bahkan kau sama sekali tidak berniat mencari tahu—meskipun sejujurnya hal terakhir yang aku harapkan adalah Gwen yang tidak bertemu denganmu lagi!" Joseph menjeda kalimatnya.

"Takdir berkata lain, kalian justru dipertemukan kembali!"

"Izinkan aku untuk memperbaiki semuanya. Aku akan membahagiakan, Gwen. Dan aku akan menjaga kalian—"

"Tidak perlu! Jika kau meminta hal itu padaku—kau hanya membuang-buang waktumu saja."

"Gwen satu-satunya yang bisa memutuskan." Tukas Jospeh pelan. Karena Joseph selalu tahu bagaimana putrinya itu masih mencari tahu mengenai pria ini—bagaimana putrinya bersedih saat mendengar berita Sean yang bersama wanita lain—Joseph tahu semuanya. Putrinya selalu bersikap bahwa dirinya tegar dan kuat akan cobaan itu.

DEALING WITH THE JERKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang