Dealing with The Jerk | Part 54 - Make a Love

97.6K 3.9K 361
                                        

UPDATE!!!

HOPE YOU LIKE IT!

Rencananya ngga Update DWTJ part 54 sekarang karena vote di part sebelumnya belum tembus sesuai dengan yang aku mau, tapi karena banyak yang udah dapet notif dan waktu dibuka gagal aku mutusin up skrg aja :)

Baca sampe habis ya :) part selanjutnya di up kalau syaratnya terpenuhi. Thankyou❤️

WARNING 18+

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

WARNING 18+

Gwen mengangguk pelan, mata birunya sudah tertutupi kabut keinginan akan sentuhan lebih yang akan Sean lakukan padanya. Matanya terpejam seiring hidung pria itu yang mendekati wajahnya. Hembusan napas Sean terengah dengan tempo teratur-napas panas yang begitu nyata.

Hidung pria itu kembali menggesek wajah Gwen dengan leluasa. Mulai dari dagu hingga menuju pipi dan berakhir pada telinga wanita itu, "Aku akan menghapusnya, Gwen. Menyentuhmu, hingga kau hanya bisa mengingat sentuhan saja!"

Dealing with The Jerk

Part 54 - Make a Love

_______________

Sean mempertemukan bibir mereka kembali. Suasana panas itu semakin terjadi tatkala tangan-tangan Sean yang mulai berani bergeriliya di tubuh wanita itu. Mulai dari mengusap paha hingga meremas bokong wanita itu dengan gemasnya.

"Aku merasa berdosa pada ayahmu, Gwen." Gumam Sean penuh kefrustasian.

Gwen tidak meresponnya, sama sekali tidak habis pikir bagaimana Sean masih mendapat setengah akal sehatnya disaat mereka berdua sudah tidak memiliki jalan untuk kembali.

"Tapi aku akan sangat menyesal jika menghentikannya sekarang! Aku menginginkanmu, Gwen." Geram pria itu kemudian membaringkan Gwen di tempat tidur dengan sekali sentakan. Seolah tubuh Gwen begitu ringan dibandingkan dengan tenaga yang pria itu miliki.

"Maka lakukanlah," ujar Gwen sembari menggerakan kakiknya yang tertekuk hingga terlentang dengan tubuh Sean yang berada ditengah-tengah pahanya. Gerakan itu ternyata menimbulkan ringisan pelan yang Sean keluarkan karena secara tidak sengaja lututnya itu mengenai bagian milik pria itu yang terasa sudah sangat siap untuk melakukan sesuatu yang sangat diinginkannya.

"Maaf," gumam gwen pelan sambil menggigit bibirnya.

"Kau hanya perlu mengelusnya sebagai permintaan maafmu, dan aku yakin dia akan sangat senang akan hal itu." Tukas Sean dengan ucapan vulgarnya itu. Gwen langsung memandang ke arah lain saat mendengarnya, jiwanya terlalu lemah untuk menatap pandangan nakal yang pria itu layangkan padanya.

Sean hanya terkekeh pelan sebelum akhirnya membuka kaos yang melekat di tubuhnya. Pria itu kemudian melarikan tangannya ke arah kaos pink yang wanita itu masih kenakan. Tanpa bertanya ataupun sekedar memberi tahu, Sean langsung merobek kain tipis itu hingga menimbulkan suara memekikan telinga di tengah sunyinya malam itu.

DEALING WITH THE JERKTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang