O N G O I N G
#3 in Romance - 23 Maret 2020
#1 in Teen - 17 Mei 2020
ameyliamd (B_Fortune88's ROMANCE STORY)
DONT COPY MY STORY!!!
Gwen Miller harus menjalani nasib buruknya yang membawanya kembali bertemu dengan orang yang paling ia hindari, namun...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sean dan ayahnya sudah terlalu baik memperlakuannya—dan Niel, dia tidak akan membiarkan ambisi ibunya terjadi.
Niel ingin melihat sosok Sean yang dulu—Sean yang menyebalkan dan sombong setengah mati namun ceria.
"Kakak harus bahagia, dan bahagianya adalah Gwen."
DEALING WITH THE JERK
Part 18 – After Six Years!
__________
Suasana di ruang meeting itu berjalan seperti biasa. Bahkan babaknya sudah hampir sampai pada kesimpulan rapat kali ini. Alice dan Gwen memang berada disana, dan mereka hanya duduk diam dan mendengarkan mereka yang sedari tadi melemparkan argumen dan pertanyaan. Gwen sangat kagum bahwa Emma selincah itu—Emma sungguh membuatnya bangga.
Sampai akhirnya tiba saatnya untuk mereka semua makan siang, suasana tegang dan formal saat meeting sebelumnya tergantikan oleh suasana hangat dan akrab. Ini sudah hari kelima dan itu cukup membuat mereka mulai mengenal satu sama lain.
"Huh, sedihnya..." Alice mendesah lemah, "Nielku sebentar lagi akan pergi." Ujarnya begitu dramatis.
"Sudahlah, Al. Ini pertemuan singkat, jangan berharap banyak." Ujar Gwen tersenyum tipis, membuat Alice memberengut kesal, bagaimanapun juga Niel adalah tangkapan besar yang harus dia dapatkan untuk masa depan cerahnya.
Agenda mereka sudah selesai hari ini, dan sekarang sudah pukul 9 malam. Gwen bisa pulang lebih awal—tidak ada sesi curhat dengan Emma karena Gwen harus membeli obat terlebih dahulu di apotek untuk ayahnya.
"Aduh! Aku melupakan sesuatu, Gwen!" Ungkap Alice tiba-tiba saat mereka mulai berjalan ke arah lobi kantor.
"Dimana?"
"Di ruang meeting!" Tukas Alice semakin menjadi.
"Lagipula disana aman, Al. Kau bisa mengambilnya besok." Ujar Gwen sembari melihat jam yang melingkar di tangannya.
"Ayolah, Gwen! Antarkan aku, itu berharga sekali!"
Gwen sedikit berpikir, "Ya sudah. Aku antarkan."
"Yeay! Ayo antar aku!" Alice langsung menarik tangan Gwen dengan semangat. Untung saja Alice masih membawa card yang bisa membuka semua akses ruangan—termasuk akses masuk ruang meeting selama satu minggu ini.