ROMBONGAN ALE-ALE UPDATE GAES ♨️
OK, LANGSUNG AJA
HAPPY READING!
"Kamu pengen jadi cowok? Ya ampun, Alesha! Kamu itu cantik-cantik kok malah pengen jadi cowok. Gak. Mama gak mau!" Ucap Vania dengan memalingkan wajahnya dan tangan yang dilipat didepan dada.
Ben tak kalah terkejutnya sama seperti Vania. Pria itu mendekati Alesha dan duduk disampingnya. Mengelus puncak kepalanya dengan penuh kasih sayang. "Kenapa Alesha pengen gitu, hm?"
"Alesha ada firasat, dad. Kayaknya kalo aku ngelanjutin identitas asliku disini bakalan susah," jawab Alesha tegas. Ia hanya ingin rencananya terwujud. "Dad tau, 'kan kenapa aku pengennya kayak gini?"
Ben mengangguk pelan. Ia tahu, putrinya ini sangat keras kepala dan akan melakukan segalanya sendiri jika tak diperbolehkan. Itu sifatnya sejak kecil. Dan Clara, mungkin ia akan kembali mencari Alesha saat amarahnya mereda. Tidak, Ben tak akan sebodoh dulu yang dengan sukarelanya menyerahkan Alesha kecil pada wanita itu hingga ia banyak melewatkan perkembangan putri kandungnya sendiri. Menempatkan pengawal pada gadis kecilnya juga tak mungkin karena Alesha lebih banyak melakukan aktivitas di sekolah nantinya dan tentu akan membuat risih dan dijauhi teman-temannya. Alesha bisa mandiri, pikir Ben untuk meyakinkan dirinya sendiri.
"Yasudah," ucap Ben pada akhirnya. "Siang ini pakaian siswa laki-laki sudah berada di kamar kamu."
•••••
"What?! Lo pengen jadi cowok?" Pekik Bayu yang baru saja selesai bermain game online nya.
Saat ditengah permainan, Alesha dengan tak sopan nya masuk ke dalam kamar laki-laki itu dengan membawa serta keripik kentang dan snack lainnya juga susu kotak rasa cokelat yang tentu saja memenuhi kasur Bayu. Cowok itu hanya mendesah pelan. Percuma kalau dilarang, Alesha pantang mundur.
Dan sekarang rencana Bayu untuk bermalas-malasan seharian malah gagal. Yah, tak sepenuhnya gagal, sih. Alesha malah membantu meredakan cacing-cacing di perutnya yang lapar tapi tak cocok dengan kakinya yang malas untuk melangkah keluar dari kamar. Bayu tak berniat bermain game lagi. Ia lebih memilih untuk mengobrol dengan Alesha, atau bisa disebut juga ngegosip.
Alesha mengangguk saja karena mulutnya yang penuh dengan keripik balado. Setelah selesai menelannya, baru dia angkat bicara. "Biar ada yang jagain bocah kayak lo. Gak baik balita pergi tanpa pengawasan."
"Eh, buset. Lo tuh, waktu gue masih dua tahun, lo masih kecebong. Gak sadar diri amat. Yang lebih ngebocah siapa, sih?" Ujar Bayu yang terlanjur kesal. "Lagian nih, gue udah pamer ke sahabat-sahabat gue, kalo gue tuh punya adek cewek. Masa gue kudu bohong buat nutupin identitas lo?"
"Bawa-bawa umur lagi. Dasar dugong gak sadar diri!" Alesha mencebikkan bibirnya. "Siapa juga yang nyuruh lo pamer tapi gak bilang-bilang sama gue. Tuh, rasain sendiri. Pokoknya gue gak mau ide gue terbongkar!"
"Loh tu, ya!" Ucap Bayu geram sampai-sampai cowok itu membuka sebungkus keripik besar dengan tenaga yang berlebihan. Keripik itu berjatuhan dimana-mana, sampai beberapa saat, baru Bayu sadar. Keripik rasa BBQ itu menodai selimut polosnya.
"Nah, lele! gara-gara lo, kan. Liat, selimut lembut gue kotor!" Jerit Bayu histeris sambil menggosok-gosok permukaan selimutnya dengan dramatis. Padahal ia tahu, selimutnya kotor gara-gara caranya membuka bungkus keripik yang salah.
"Jangan kebanyakan drama!" Alesha mengambil sebuah susu karton yang tergeletak disampingnya lalu menggetokkan ke kepala Bayu. "Nih otak udah geser sampe ke bokong. Perlu banget kayaknya buat di reparasi di bengkel terdekat. Tenang aja, ntar gue yang ngomong sama Dad. Lo terima beres!"
KAMU SEDANG MEMBACA
PRETTY BOY✓
Teen FictionBIG SECRET SERIES #1 Berada di sekeliling laki-laki tanpa ada yang tahu bahwa kita perempuan? Alesha Morgan. Cantik, berbakat, dan penyayang. Sayangnya, karena sifat lembutnya itulah yang menjadi penyebab ia dilempar jauh keluar dari Manhattan. Ales...
