EPILOG

3.1K 266 4
                                        

PRETTY BOY
LAST CHAPTER

Musim hujan menghiasi bumi Jakarta

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Musim hujan menghiasi bumi Jakarta. Rintik-rintik air sudah berjatuhan sejak pagi tadi disertai angin yang lembut menyapa. Gadis kecil berusia empat tahun sibuk dengan ember dan sekopnya, menampung air di dalam ember kemudian mengeluarkan airnya kembali menggunakan sekop. Senyumannya tak luntur karena diberikan kebebasan untuk bermain hujan-hujanan.

"Rossie sayang, sudah cukup bermain hujannya, ayo masuk dan ganti pakaianmu!"

Rossie, gadis yang dipanggil itu sontak menoleh ke arah sumber suara. "Iya, ma. Bentar lagi!"

Alesha berdecak. Ia menatap anak pertamanya yang sibuk mengunyah buah di depan televisi. "Kenapa adikmu itu susah sekali diatur, Aleon!"

Aleon, bocah laki-laki berusia tujuh tahun itu mengedikkan bahunya dengan acuh. "Mungkin Rossie mengikuti langkah mama sewaktu muda."

Alesha menaikkan sebelah alisnya. "Tahu apa kau tentang mama sewaktu muda? Huh, anak itu benar-benar," gerutu Alesha yang kembali menatap Rossie di luar mansion. Alesha bersiap untuk menjemput Rossie sebelum Dewa datang dari arah pintu masuk.

"Papa pulang!"

Aleon langsung bangkit dari rebahannya. Bahkan saat ia menendang piring yang berisikan buah-buahannya pun ia hiraukan. Ia berlari dengan wajah yang sumringah. "Papa!"

Rossie yang mendengar pekikan keras Aleon pun tak mau ketinggalan. Ia segera melepas ember dan sekopnya di sembarang tempat, melepas jas hujannya dan berlari masuk ke dalam mansion.

Di ruang tamu, Aleon sudah memeluk Dewa dengan erat. Rossie tak ingin kalah, ia menerjang ayahnya sampai Dewa terhuyung karena diserang tiba-tiba oleh malaikat kecilnya. Tawa bahagia di dalam mansion menghiasi hari yang dingin di luar sana.

"Kenapa lama sekali? Papa berjanji pulang sehari yang lalu!" pekik Rossie sambil memeluk ayahnya, tapi tak memungkiri bahwa gadis kecil itu marah. Terlihat dari ekspresi wajahnya yang cemberut kesal. Mirip seperti Dewa sewaktu kecil.

"Ada urusan yang belum selesai. Maaf papa pulang terlambat, tapi tenang, ayah bawa sesuatu buat kalian!" Dewa ikut tersenyum lebar saat melihat binar bahagia di mata kedua putra-putrinya.

"Papa gak usah ribet-ribet. Papa pulang ke mansion lebih awal aja kami seneng!" Sahut Aleon yang mulai bermanja-manja di pangkuan Dewa. "Lagian kita udah kaya, gak kekurangan apa-apa lagi."

"Kecil-kecil udah bisa sombong, ya!" Dewa menggelitiknya dengan gemas. "Ya udah, papa gak beli apa-apa lagi buat kalian!"

"Ish, Bang Leon kok ngomong gitu, sih!" Rossie mencebikkan bibirnya sebal. "Rossie kan mau koleksi rumah barbie di ruangan sebelah kamar Rossie. Isinya belum lengkap!"

Dewa menertawakan aksi putra-putrinya yang menggemaskan. Sementara Alesha memilih untuk duduk di samping Dewa, menyaksikan keluarga kecilnya sudah terlengkapi.

"Kalo mama maunya apa?" Dewa menoleh ke arah Alesha. Senyum lembut selalu dicurahkan untuk kekasih selama-lamanya ini.

"Sering-sering pulang!"

"A-ampun, mama!" ejek Dewa, lalu mereka berempat berakhir dengan berlari-larian untuk menghindari murka dari monster Mama, siapa lagi monster nya kalau bukan Alesha.

"Bunga membutuhkan waktu untuk memekarkan diri. Seperti itulah kehidupan ini, semua butuh proses, bukan hal instan tapi hasilnya lah yang akan dikenang selamanya."

END: 11 April 2020

Hallo semuanya!
Terimakasih banyak karena sudah meluangkan waktu dan semua kesempatan untuk membaca ceritaku yang masih banyak kekurangannya ini. Tanpa kalian, para readers ku, mungkin cerita ini tak akan bisa tamat secepat ini dengan chapter yang lumayan banyak. Sebelumnya aku ingin mengucapkan kata 'maaf' seandainya ada hal yang menyinggung atau tidak mengenakkan bagi kalian di cerita ini. Cerita ini pure dari imajinasi ku, bukan ngejiplak atau niru dari author lain, sekali lagi bukan.

Cerita Pretty Boy merupakan cerita pertama yang bikin aku excited banget waktu bikinnya. Mengenang sedikit, dulunya aku gak pengen publish cerita ini, awalnya cuma mau bikin buat diri sendiri. Namun entah karena dorongan apa, akhirnya aku memberanikan diri untuk mempublish sedikit-demi sedikit setiap chapter nya. Dan apa? Aku mendapat sambutan baik dan positif dari kalian. Beneran, aku terharu. I luv u all❣️

Ada yang ngerasa kalau epilog ini isinya lebih sedikit daripada chapter-chapter sebelumnya? Yap, benar. Isi epilog cuma 500 kata, setengah dari chapter biasanya. Tapi tenang, nanti kita bakalan terjun kembali di dunia BIG SECRET SERIES #2 yang akan menceritakan tentang Aleon dan Rossie remaja yang sedikit nethink sama ayahnya(?)

Penasaran? Nanti kita sama-sama bahas di BIG SECRET SERIES #2 ya, so, jangan pergi meninggalkanku.

Sekali lagi terimakasih telah menemani perjalananku menyelesaikan Pretty Boy ini. Tanpa kalian, aku hanyalah butiran pasir~


With great respect,

Fujinkim

PRETTY BOY✓Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang