BIG SECRET SERIES #1
Berada di sekeliling laki-laki tanpa ada yang tahu bahwa kita perempuan?
Alesha Morgan. Cantik, berbakat, dan penyayang. Sayangnya, karena sifat lembutnya itulah yang menjadi penyebab ia dilempar jauh keluar dari Manhattan.
Ales...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Axeline Dominic
PRETTY BOY Chapter 33. Cemburu Akut!
"Eh, Black Desire pada ngumpul, nih?"
Alesha dan keempatnya berbalik bersamaan.
Di sana berdiri Axeline dengan senyum yang mengembang sempurna.
"Gue mau ikut kalian. Boleh, gak?"
Dewa langsung membuang muka, malas untuk menatap Axeline terlalu lama. Sedangkan Alesha menghitung dalam hati, satu, dua, tiga. Sabar, dia hanya cewek dari gedung Putri.
"Mau gebet Dewa lagi, nih? Gak nyerah-nyerah?" goda Damian dengan menaik-turunkan alisnya.
Axeline tersenyum tipis. "Selama Dewa gak ada yang punya, why not?"
Oh, dia menantang rupanya. Boleh juga. Alesha juga yakin kalau Dewa tidak akan pernah melirik cewek itu. Dewa hanya menyukainya. Titik.
"Loh, katanya keburu sore. Ayo, kita ke mall aja!" ajak Axeline dengan tidak tahu malu nya dan tanpa ia sadari, Axeline telah menyalakan api yang membara di dalam dada Alesha. Bukan itu saja, dengan santainya ia menyingkirkan Alesha dari samping Dewa lalu ia memeluk lengan Dewa dengan posesif.
"Ayo, Raph. Kayaknya rencana lo yang tadi gak bisa sekarang. Axeline mau ke mall." Rayn mendekap bahu Alesha dengan santainya tapi tidak dengan Alesha yang menatap marah pada Axeline.
"Ya udah. Kita berempat di belakang nih dua sejoli aja. Pangeran sama putri nya di depan, babu mah di belakang aja," ujar Reky mendramatisir dengan menekan-nekan dadanya.
"Alay!" desis Alesha yang kesal. Ia tidak sedang dalam keadaan ingin bercanda. Tadinya ia sempat mengira kalau Dewa akan menolak gandengan Axeline pada lengannya tapi ternyata cowok ini malah diam saja. Oh, bahkan mereka berlima belum memberikan izin kepada Axeline untuk ikut serta.
"Sensian amat sih, Pretty Boy!" ucap Rayn gemas lalu menyubit pipi Alesha dengan keras. Pipinya empuk, sama seperti pipi bayi.
"Gila, sakit banget. Mau mecahin pipi gue?!"
"Gemes banget!" Rayn jingkrak-jingkrak tak jelas. "Coba kalo cewek, udah gue seret lo ke KUA!"
Dewa sempat menoleh namun tak lama, ia kembali menatap lurus ke depan.