ROMBONGAN ALE-ALE UPDATE GAES ♨️
SIAPA YANG KANGEN?
BTW YANG NONGKRONG DI MULMED ITU PENAMPAKAN RAYNALDI ALIAS RAYN.
Rencananya di part depan bakal ada Reky di mulmed. So, tunggu aja ya!
OK, HAPPY READING GUYS!
Pagi itu, suasana di mansion Morgan tampak beda dari biasanya. Pagi-pagi sekali Vania sudah berkutat di dapur untuk menyiapkan sarapan keluarga kecilnya.
Ben dan Bayu sudah memulai ritual paginya. Ben tengah menekuni tabletnya yang menampilkan beberapa dokumen yang harus diperiksa ditemani secangkir kopi luwak asli kesukaannya. Sedangkan Bayu sudah siap di meja makan dengan seragam serba baru miliknya dari ujung kepala sampai ujung kaki yang disetrika rapi, membuatnya terlihat seperti cowok baik-baik.
"Nih, omelette, nasi goreng, sama spaghetti bolognese nya. Bayu, nanti sampe sekolah makan lagi, loh. Makan spaghetti aja gak kenyang buat kamu!"
Bayu memasukkan ponselnya ke dalam tas. Lalu dengan senyum cerah sambil menatap Vania. "Uh, makin sayang deh sama mama yang perhatian!"
"Gak kamu aja yang mama perhatiin. Kucing jalanan juga mama kasih makan yang banyak, kok. Sama kayak kamu."
Ben tertawa kecil dan mematikan tabletnya. Ia ingin fokus pada keluarga kecilnya. "Udah gede, Bay. Masa masih pengen dimanja?"
"Ish, papa!" Bayu semakin kesal. Ia memukul-mukul pelan meja makan seperti anak kecil. "Kalo anak di-bully emaknya, ya di bela, dong. Masa makin mojokin aku, sih!"
"Alesha mana, ya? Kok belum turun," ucap Vania yang melirik ke arah pintu, berharap Alesha sudah berada dekat dari sana.
"Nih, malah ngalihin pembicaraan, lagi. Lele berkumis itu pasti turun, kok. Mama tenang aja."
"Siapa yang lo bilang lele berkumis?"
Ketiga orang yang berada di meja makan itu langsung menoleh. Di sana, ada Alesha dengan seragam kebesarannya dilapisi jaket yang cukup tebt dengan rambut yang di gelung di dalam topi dan ditambah wig berwarna pirang, sama seperti warna rambut aslinya. Sekilas, dia memang seperti laki-laki. Tapi kalau dilihat dengan seksama, dia lebih menunjukkan diri seperti pretty boy?
"Wah, kamu beda banget, sayang!" Ucap Vania yang meneliti penampilan Alesha yang jauh berbeda dari yang sebelumnya.
"Lo seriusan dandan kek gitu? Gak malu, apa?"
"Kenapa gue mesti malu?" Alesha mengedikkan bahunya dengan acuh. "Lo emangnya malu dandan kayak cowok begitu?" Ucapnya setengah mengejek.
"Gue beneran cowok, Bego!" Umpat Bayu yang sudah mengambil garpu dan menyuap spaghetti miliknya. "Lah situ kan beda spesies sama gue. Pake acara ngikut-ngikut segala!"
"Sudah, sudah. Alesha, ayo makan dulu. Ntar telat lagi," ujar Vania menengahi perdebatan antar dua kubu yang saling berlawanan.
Alesha menurut. Ia duduk di sebelah Bayu dengan tangannya yang sengaja menjentik kuping Bayu sekuat jarinya. Cowok itu mengaduh kesakitan, padahal sakitnya hanya seperti digigit semut merah.
"Alay. Gitu aja kesakitan. Dasar lemah!"
"Gue bales, mau?"
"Kok malah berantem lagi? Ayo, makan. Nanti terlambat!" Ucap Ben ditemani Vania di sebelahnya.
Baik Bayu maupun Alesha mengangguk cepat sambil menyantap makanan masing-masing. Bayu makan lebih cepat, sehingga dia melangkah lebih dulu ke garasi untuk mengambil mobilnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
PRETTY BOY✓
Fiksi RemajaBIG SECRET SERIES #1 Berada di sekeliling laki-laki tanpa ada yang tahu bahwa kita perempuan? Alesha Morgan. Cantik, berbakat, dan penyayang. Sayangnya, karena sifat lembutnya itulah yang menjadi penyebab ia dilempar jauh keluar dari Manhattan. Ales...
