"Sore ini kita kan bebas. Mau jalan-jalan gak?" tanya Helena pada Kana, Bulan, dan Olivia yang sedang tiduran di tenda sambil bermain ponsel.
"Hah? Bebas?" tanya Kana.
"Makanya dengerin pengumuman, Na," ucap Bulan sambil terkekeh. Kana kurang update sekali.
"Foto-foto di luar yuk. Tempatnya bagus. Nanti gue upload di IG," ucap Olivia. Olivia sangat terkenal di Instagram. Pengikutnya sudah puluhan ribu dan membuat Olivia sangat sering meng-upload foto ataupun video di Instagram.
"Boleh juga tuh," ucap Helena.
Olivia, Helena, dan Bulan pun ke luar dari tenda. Hanya Kana yang masih tiduran.
"Ayo keluar, Na," ucap Olivia.
"Dingin..." keluh Kana. Suhu di sana memang sangat dingin dan Kana hanya membawa jaket tipis karena tidak tahu tempatnya dingin. Kana memang kurang update.
"Yah gue cuma bawa jaket satu, Na," ucap Bulan.
"Eh itu ada Jordan," ucap Bulan.
"Jordan!" panggil Bulan. Jordan yang merasa namanya dipanggil pun datang. Sam dan Dimas yang tidak dipanggil pun ikut menghampiri Bulan.
"Kenapa, Lan?" tanya Jordan.
"Bawa jaket lebih gak? Kana kedinginan," ucap Olivia.
"Kana? Mana Kana?" tanya Sam.
"Itu di dalem," ucap Bulan.
"Hai semua!" ucap Kana sambil melambaikan tangannya dari dalam tenda.
"Pakai jaket gue aja, Na," ucap Dimas.
"Enggak mau! Jaket lo bau!" ucap Kana sambil tertawa.
"Anjir lo, Na. Untung sayang. Kalau engga sayang, gue tenggelamin lo di air terjun sana," ucap Dimas kesal.
Jordan masuk ke dalam tenda, lalu melepas jaketnya dan memakaikannya ke tubuh Kana.
"Lo gak dingin?"
"Enggak. Gue kan cowok, tahan dingin," ucap Jordan sambil memukul-mukul dadanya sok keren.
"Gak semua cowok kuat. Buktinya Dimas—"
"Apa lo sebut-sebut gue, Na?"
"Woy keluar! Nanti khilaf kalian," teriak Sam dari luar.
Jordan pun keluar dan disusul Kana. Kana terlihat imut saat memakai jaket kebesaran milik Jordan.
"Kita foto-foto sekarang," ucap Olivia.
"Sam, fotoin kami berempat ya," ucap Kana saat melihat Sam membawa kamera.
"Satu foto seratus ribu ya, Na," ucap Sam sambil tersenyum jahil.
"Masih mau temenan sama gue, Sam?"
"Ya elah lo, Na. Gak tahu bercanda," ucap Sam cemberut. Kana, Olivia, Bulan, dan Helena mulai berpose.
"Yang bagus, Sam," ucap Kana.
"Ya elah udah nyuruh, banyak mau lagi," gerutu Sam.
"Untung sayang."
"Jordan! Dimas! Awas kalian kelihatan," ucap Sam."
"Banyak bacot lo, Sam," ucap Dimas. Dimas dan Jordan pun menjauh.
"1... 2... 3..."
"Ganti gaya."
"1... 2... 3..."
"Kana senyumnya mana? Senyum dong. Bulan lo gaya dikit, rata banget kelihatan," ucap Sam.
"Banyak bacot lo, Sam! Ngajak berantem Lo?" teriak Bulan. Ia kesal sekali saat Sam menyebutnya rata.
"Katanya biar bagus," ucap Sam cemberut. Serba salah rasanya.
"Jordan, Dimas sini gabung," ucap Helena agak canggung. Ia memang tidak terlalu kenal dengan Jordan, Dimas, dan Sam. Tapi tidak ada salahnya mengakrabkan diri kan?
"Eh gue juga mau ikut," ucap Sam. Nasib orang yang membawa kamera memang begitu. Isi kameranya kebanyakan foto orang lain. Sementara fotonya sendiri sedikit.
"Lo kan bawa tripod goblok!" ucap Dimas.
"Oh iya ya. Eh gak usah ngatain gue goblok juga kali!"
"Cepetan ambil, Sam," ucap Kana tidak sabar. Sam pun segera mengambil tripod di tendanya. Dalam perjalanan menuju tenda ia tidak henti-hentinya menggerutu karena ia diperintah seenak jidat.
Sam pun kembali ke tempat tadi sambil membawa tripod. Ia langsung memasang kameranya di sana.
"Sam, lo di sini," ucap Dimas. Mereka pun berfoto-foto dengan berbagai macam gaya. Setelah merasa bosan berfoto-foto, mereka pun duduk di depan tenda Kana dan teman-teman. Kana duduk diapit Jordan dan Sam.
"Gue bosen. Ngapain lagi nih?" ucap Kana.
"Eh Kana noleh ke sini," ucap Sam sambil mengarahkan kameranya dan memfoto Kana.
"Eh gue belum siap. Hapus, Sam," rengek Kana.
"Enggak, Na. Bagus kok. Dasarnya lo cantik, mau gimana pun lo tetep cantik," ucap Sam. Bukannya salting atau baper dibilang cantik, Kana malah melunjak PDnya.
"Gue tahu gue cantik, gak usah diperjelas. Ah jadi malu," ucap Kana sambil mendorong Sam pelan.
"Kambuh dia," gumam Dimas sambil memijat pelipisnya pura-pura pusing padahal tidak.
"Sirik sih bilang aja kali, Dim. Lo pengen kan secantik gue?" ucap Kana ngaur.
"Gila lo, Na. Gue udah ganteng gini gak mungkin sirik sama kecantikan lo," ucap Dimas sambil menyisir jambulnya.
"Secara gak langsung lo ngakuin kalau Kana itu cantik, Dim," ucap Jordan.
"Iya juga ya. Gue tarik kata-kata gue," ucap Dimas.
"Gak boleh loh narik kata-kata. Dosa. Mau lo masuk neraka?" ucap Kana tidak terima.
"Yang ada gue masuk neraka kalau gue bilang lo cantik. Padahal mirip pantat ayam malah gue bilang cantik. Kan dosa gue bertambah gara-gara bohong," ucap Dimas mendramatis.
"Dimas!"
"Udah deh jangan berantem," ucap Jordan melerai.
"Lah si Olivia sama Sam kok ngilang?" tanya Kana saat menyadari kedua temannya menghilang.
"Biasalah fotografer sama model," ucap Helena sambil menunjuk Olivia dan Sam yang sedang berfoto-foto. Padahal tadi mereka sudah bilang bosan berfoto-foto, tapi malah melakukannya lagi.
"Dasar selebgram," ucap Kana.
"Eh temen lo ngelamun tuh. Awas nanti kesambet," ucap Dimas sambil menyenggol lengan Kana.
"Bulan!"
"Lan!"
"Bulan-bulanan!"
"Eh iya kenapa, Na?" tanya Bulan.
"Kenapa lo, Lan? Ngelamun aja dari tadi," tanya Kana.
"Eh enggak papa. Gue kelaparan soalnya, jadinya ngayalin makanan" ucap Bulan sambil menyengir.
"Ya ampun kenapa gak bilang sih. Gue bawa makanan banyak," ucap Helena. Ia masuk ke tenda untuk mengambil beberapa cemilan.
"Ayo dimakan," ucap Helena pada Kana, Jordan, Bulan, dan Dimas.
"Asik ada makanan," ucap Dimas sambil mengambil makanan yang diberikan Helena.
"Eh Aidan tuh," ucap Helena sambil menunjuk seseorang yang lumayan jauh.
"Itu beneran Aidan? Kok sama cewek?" tanya Bulan.
"Iya gue yakin. Gue bisa tahu itu dia walaupun cuma lihat lubang hidungnya," ucap Helena sambil terkekeh. Ia kembali menikmati cemilannya.
"Hiperbola lo. Oh iya lo kan mantannya. Lihat pori-porinya aja pasti lo tahu," ucap Bulan yang lebih hiperbola. Helena dan Bulan tertawa. Sedangkan Kana masih berusaha mengenali orang yang ditunjukan oleh Helena.
"Samperin, Na," ucap Jordan. Kana mengangguk.
Komentarnya dong biar semangat 🤗
Update tanggal 26 Desember 2019 pukul 19.51 PM
KAMU SEDANG MEMBACA
Aidan's Trap (END)
Teen FictionKanafa Nia Lovata, punya penyakit jantung yang sering kambuh. Hari pertama MPLS Kana diklaim sebagai pacar Aidan Dimarka Arion. Kana akui Kana memang terpesona dengan Aidan. Tapi Kana yang polos membuat Kana tidak menyadari Aidan punya banyak paca...
