Aidan terus mengikuti kemana pun Kana pergi. Termasuk saat Kana ke toilet. Aidan menunggu Kana di depan toilet perempuan. Siswi-siswi yang melihat Aidan di depan toilet hanya bisa memekik senang karena bisa melihat Aidan yang terlihat sangat keren.
"Ngapain kamu di depan toilet perempuan?" tanya seseorang pada Aidan. Aidan menoleh melihat siapa yang bertanya padanya.
"Kak Misha? Kenapa emang kalau gue di sini?" tanya Aidan lengkap dengan senyum miringnya.
"Eng-enggak papa," ucap Misha gugup, lalu pergi dari toilet dengan cepat.
"Aidan, kok masih di sini?" tanya Kana.
"Nungguin lo," ucap Aidan sambil tersenyum manis.
"Kok nungguin gue? Lo gak gabung sama temen-temen lo?" tanya Kana.
"Ini kan hari pertama sekolah, gue gak punya temen. Ayo ke kantin!" ucap Aidan sambil menggenggam tangan Kana.
"Aidan, ta-tangan lo," ucap Kana gugup.
"Gak boleh?" tanya Aidan dengan nada lembut.
"Ya ampun, Aidan ganteng banget sih," batin Kana.
"Bu-bukannya gak boleh. Ya udah ayo ke kantin," ucap Kana.
Sesampainya di kantin, ada seseorang yang memanggil Kana.
"Kana!"
"Eh itu temen-temen gue. Gabung di sana gak papa kan?"
Aidan mengangguk. Aidan dan Kana pun pergi menuju tempat teman-temannya Kana.
"Wow Kana gandeng cowok," ucap salah satu teman Kana.
"Apaan sih, Sam?" ucap Kana malu-malu.
"Temen-temen lo cowok semua?" bisik Aidan. Kana mengangguk sambil tersenyum.
"Kenalin gue Aidan," ucap Aidan sambil tersenyum.
"Gue Samuel."
"Gue Dimas."
"Jordan."
"Lo dari SMP mana, Dan?" tanya Dimas pada Aidan.
"Yamate Junior High School."
"Luar negeri? Pantes lo gak punya temen," ucap Kana.
"Harus banget lo nempelin Kana?" tanya Jordan dengan nada sinis.
"Jordan..."
"Gak boleh gue deket sama Kana? Dia aja gak sewot. Kenapa lo yang sewot?" ucap Aidan kesal.
"Gue gak suka lo deket-deket sama Kana," ucap Jordan tegas.
"Emang lo siapanya Kana sih?" tanya Aidan dengan nada nyolot. Aidan merasa sangat kesal.
"Udah deh jangan pada berantem. Gue gak mood makan jadinya," ucap Kana kesal. Kana menarik tangan Aidan agar jauh dari teman-temannya. Kana mengajak Aidan ke taman belakang sekolah.
"Lo gak laper?" tanya Aidan.
"Laper lah! Gara-gara lo berantem sama Jordan gue jadi gak mood makan," ucap Kana kesal.
"Gue suka sama lo," ucap Aidan sambil tersenyum.
"Ma-maksud lo?"
"Lo pacar gue sekarang," ucap Aidan.
"Gue gak mau. Kita baru kenal tadi, Dan," ucap Kana menolak.
"Jual mahal dikit gak papa kali ya?" batin Kana.
"Terus kenapa kalau kita baru kenal sekarang?" tanya Aidan. Aidan tampak berbeda saat ini. Kana menjadi sedikit takut melihat Aidan. Entah mengapa.
"Aidan... lo... lo mau ngapain?" tanya Kana dengan gugup saat Aidan tiba-tiba mendekatkan dirinya ke Kana. Aidan tidak menjawab dan itu membuat Kana tampak takut.
"Gue gak suka ditolak. Gue gak suka ditentang. Lo berani nolak gue? Artinya lo berani kehilangan salah satu teman lo tadi," ucap Aidan sambil menatap Kana tajam.
"Mak-maksud lo apa, Dan? Jangan buat gue takut!" teriak Kana. Ia sungguh takut melihat Aidan yang terlihat sangat menyeramkan. Aidan tiba-tiba mendorong Kana ke pohon besar dan mengekang Kana dengan kedua tangannya.
"Lo tetep gak mau jadi pacar gue?" tanya Aidan sambil mendekatkan wajahnya ke wajah Kana.
"Aidan..."
"Jawab!"
"Iya gue mau," ucap Kana sambil menangis dalam diam.
"Gue takut lihat lo kayak sekarang, Dan," batin Kana takut.
Update tanggal 20 Desember 2019 pukul 17.12 PM
KAMU SEDANG MEMBACA
Aidan's Trap (END)
Teen FictionKanafa Nia Lovata, punya penyakit jantung yang sering kambuh. Hari pertama MPLS Kana diklaim sebagai pacar Aidan Dimarka Arion. Kana akui Kana memang terpesona dengan Aidan. Tapi Kana yang polos membuat Kana tidak menyadari Aidan punya banyak paca...
