26. Pulang bareng

5.1K 277 2
                                        

Setelah mendapat libur satu hari setelah kemah, murid-murid SMA Galaksi masuk seperti biasa. Pembelajaran berlangsung seperti biasa.

Saat Kana sampai di kelasnya, ia melihat tempat duduknya sudah ada yang mengisi.

"Maaf ya, Na. Lo duduk sama Indra aja," ucap Elvan yang saat ini duduk sebangku dengan Aidan. Aidan hanya memandang Kana sekejap dan kembali ke aktivitasnya yaitu main game.

"Sini, Na!" ucap Indra. Kana pun hanya bisa tersenyum kecut melihat Aidan yang benar-benar menjauhinya.

"Hai, Ndra!" sapa Kana.

"Hai. Btw gak papa kan duduk sama gue?" tanya Indra.

"Ya gak papa lah."

Tak lama kemudian datanglah Bu Asri dan pembelajaran pun dimulai. Bu Asri menjelaskan beberapa materi dan setelah itu memberikan tugas karena Bu Asri ada urusan. Kelas itu tidak ribut walaupun tidak ada guru karena semua sibuk mengerjakan tugas.

"Akhhh..." erang Kana sambil memegang dadanya yang terasa sakit lagi. Akhir-akhir ini Kana memang sering kambuh dan membuat Kana harus kontrol lagi ke dokter.

"Kenapa, Na?" tanya Indra panik. Semua teman-temannya yang tadi sibuk mengerjakan tugas pun mengalihkan perhatiannya pada Kana.

"Sa-sakit..." lirih Kana. Ia merasa kekurusan pasokan oksigen dan akhirnya ambruk. Untungnya Indra menahan tubuh Kana dengan cepat.

"Woy tolongin dong jangan dilihat aja!"

***

Matanya perlahan terbuka. Ia menyipitkan matanya untuk menyesuaikan dengan cahaya.

"UKS..." gumamnya. Kana bangun dari tidurnya.

"Bangun juga lo. Udah sore nih."

"Ngapain lo di sini, Dan?" tanya Kana.

"Ya nungguin lo lah."

"Kenapa lo peduli?"

"Bego! Bego lo, Dan! Kenapa sih pakai acara jagain dia di UKS? Harusnya gue pulang aja," batin Aidan.

"Gue pulang," ucap Kana lalu beranjak hendak pergi.

"Naik apa lo pulang?" tanya Aidan.

"Bukan urusan lo."

"Ya udah."

Aidan pun pergi dari UKS mendahului Kana. Kana berdecak kesal melihat kelakuan Aidan yang tidak bisa ditebak.

"HP gue mana ya?" gumam Kana. Kana pun melihat tasnya yang ada di meja. Kana mengambilnya dan mencari ponselnya.

"Mati lagi," gumam Kana kesal sambil memukul-mukul ponselnya karena kesal. Kana pun keluar dari UKS. Ia melihat jam yang ada di UKS. Sudah pukul 16.15.

"Anjir gue pingsan dari pagi?" tanya Kana syok.
"Eh tapi udah biasa sih gue pingsan lama," ucap Kana.

Kana melangkahkan kakinya menuju gerbang sekolah. Kana memegang perutnya yang berbunyi. Ia belum makan siang.

"Aduh mana taksi sih? Laper nih!" ucap Kana kesal.
"Ayah gak kepikiran jemput apa?" gerutu Kana kesal.

"Mau ikut?" tanya Aidan yang tiba-tiba datang dengan mengendarai mobilnya.

"Boleh deh."

"Daripada gue mati kelaperan," batin Kana. Kana pun masuk ke mobil Aidan. Aidan pun mulai menjalankan mobilnya.

"Maaf ngerepotin," ucap Kana.

"Bagus lo nyadar."

"Tadi lo gendong gue ke UKS?" tanya Kana.

"GR lo!"

"Lo jagain gue dari pagi?"

"Ya enggalah. Gr banget sih. Gue itu cuma alasan aja jagain lo di UKS biar gue bisa bolos dan tidur. Jangan ngehalu," ucap Aidan.

"Lo gak makan selama di UKS?" tanya Kana lagi.

"Makanlah. Udah deh lo banyak bacot banget. Berisik tahu," ucap Aidan kesal. Kana pun diam dan memandang ke arah luar. Kana sedih dengan sikap Aidan yang seperti itu padanya.

"Bisa gak sih lo jangan jauhin gue? Gue gak akan ngerepotin lo kok," ucap Kana tanpa melihat Aidan. Kana tetap memandang ke luar.

"Gue gak mau deket-deket sama lo," ucap Aidan.

"Gue takut gue makin sayang sama lo," batin Aidan.

"Kenapa? Sakit gue gak nular kok," ucap Kana sambil terkekeh. Iya terkekeh tapi Aidan tidak tahu mata Kana yang berkaca-kaca.

"Bukan itu..."

Aidan tidak tahu mau bilang apa. Aidan bingung. Tidak mungkin kan Aidan bilang yang sebenarnya?

Mereka diam beberapa saat.

"Na..."

"Hmmm..."

"Lo bisa sembuh?" tanya Aidan.

"Bisa kalau transplantasi. Kalau operasinya berhasil, jantung gue bakalan normal. Tapi kalau gagal gue mati," ucap Kana. Kana memalingkan wajahnya dan menatap Aidan yang tampak terkejut.

"Kenapa gak ngelakuin operasinya?"

"Gue takut. Gue pengen ngabisin waktu sama Ayah. Gue takut mati kalau operasi," ucap Kana. Kana memalingkan wajahnya lagi ke arah luar. Kana menangis dalam diam.
"Tapi akhir-akhir ini gue sering kambuh. Dokter nyaranin gue operasi," ucap Kana.

"Kapan?"

"Gak tahu. Gue mau buat kenangan dulu sama Ayah. Siapa tahu operasinya gagal," ucap Kana.

"Jangan ngomong gitu," ucap Aidan.

"Satu-satunya kalimat lo yang terus gue inget itu yang ini 'aku gak mau kamu ninggalin aku'," ucap Kana.
"Maksud kalimat lo itu sebenernya lo gak mau gue ninggalin lo karena lo yang bakalan ninggalin gue kan?" tanya Kana.

"Jangan salah paham, please!" batin Aidan.

"Gue asal ngomong aja," ucap Aidan.

"Eh udah sampai. Makasih ya. Gue pastiin ini yang terakhir kalinya gue ngerepotin lo," ucap Kana lalu keluar dari mobilnya.

Update tanggal 29 Desember 2019 pukul 20 20

Aidan's Trap (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang