40. Pasangan Alay

3.1K 164 11
                                        

Seperti hari biasanya, Kana selalu bersama Aidan. Makin hari mereka makin saling mencintai dan menyayangi. Tidak jarang pula mereka bertengkar karena hal-hal sepele. Wajar bukan jika dalam hubungan selalu ada pertengkaran? Mereka pun begitu.

Aidan tidak mau lagi menjadi pengecut yang akan membuat Kana sakit hati. Tentu saja ia juga sakit hati. Ah lupakan saja. Toh juga itu masa lalu mereka.

Mereka yang dulu dan mereka yang sekarang sudah beda. Mereka saling mencintai dan menyayangi.

"Aku laper," ucap Kana sambil bergelayut manja di lengan Aidan. Wajahnya memelas dan membuat Aidan sangat gemas. Di kelas mereka sedang tidak ada guru, jadinya mereka bebas bermesraan walaupun banyak yang memandang mereka dengan tatapan iri.

"Kanaku Sayang, gak usah memelas gitu juga kali. Aku kan jadi gemes," ucap Aidan dengan nada yang sengaja dilebay-lebaykan. Kana tertawa melihat Aidan yang menurutnya sangat menggemaskan.

"Pasangan alay," celetuk Elvan dari tempat duduknya. Sebenarnya bukan gimana-gimana. Elvan hanya iri melihat orang yang berpacaran di mana-mana karena status Elvan yang masih jomblo. Elvan sering sekali melihat Kana dan Aidan bermesraan di depannya. Bukannya Elvan tidak suka melihat temannya bahagia. Ia hanya iri.

"Jomblo lagi ngiri," ucap Kana sambil memeletkan lidahnya. Elvan menatap Kana dengan kesal.

"Gue kaga jomblo ya. Gue itu punya gebetan dan gebetan gue itu Bulan," ucap Elvan sambil memeletkan lidahnya juga ke arah Kana yang tampak terkejut.

"Lo suka gue, Van?" tanya Bulan yang kebetulan mendengar perkataan Elvan.

"Iya, Lan. Lo mau gak jadi pacar gue? Gue jomblo nih."

"Ogah! Gue gak suka sama lo," tolak Bulan mentah-mentah. Murid kelas yang mendengar penolakan Bulan hanya bisa tertawa terbahak-bahak. Ada beberapa yang mengejek Elvan karena ditolak mentah-mentah. Tidak terkecuali Aidan dan Kana.

"Mikir dulu kalau mau nembak, Van. Lo kira Bulan mau sama cowok gak romantis kayak lo?" ejek Indra.

"Jomblo mah terima nasib aja," ucap Aidan sambil menertawakan Elvan bersama Kana.

"Tega lo, Lan. Gue gak beneran suka sama lo kok. Cuma pengen melepas status jomblo gue aja," ujar Elvan malu. Walaupun Elvan orangnya tidak tahu malu, tapi tetap saja merasa malu jika ditolak mentah-mentah. Apalagi ia menjadi bahan ejekan satu kelas.

"Bagus dong kalau lo gak suka sama gue."

"Mau kantin? Tadi katanya laper," tanya Aidan.

"Mau. Udah laper banget. Padahal udah makan," ucap Kana sambil memanyunkan bibirnya.

"Gak papa, biar gendut, biar pipinya makin gembul."

"Gak mau. Nanti kamu cubit terus," ucap Kana sambil mencubit pinggang Aidan.

"Malah kamu yang cubit-cubit aku."

"Bodo amat ya. Ayo kantin!"

"Bentar, aku mau ngomong sama Bulan," ucap Aidan, lalu menghampiri Bulan. Kana menatap Aidan heran karena tumben sekali Aidan berbicara dengan Bulan tanpa mengajaknya. Bukannya gimana-gimana. Hanya heran saja.

"Lan."

Bulan yang merasa dipanggil menoleh untuk melihat orang yang memanggilnya. "Iya, kenapa?"

"Jadi gak nanti?" tanya Aidan.

"Berdua aja?" tanya Bulan balik.

"Ya iya. Mau sama siapa lagi?"

"Iya deh. Pulang sekolah? Lo kan sama Kana."

"Gampang itu. Kana gue titipin sama Indra atau Elvan atau siapapun yang mau ngajak Kana," ucap Aidan sambil terkekeh.

"Anjir, dititipin kayak apa aja."

"Gak ada waktu lagi selain pulang sekolah."

"Iya udah. Gue nunggu di warung depan ya. Jangan sampai Kana lihat loh ya."

"Aidan, udah ngomongnya?" tanya Kana dari bangkunya.

"Udah. Ayo kantin!" Kana pun menghampiri Aidan dan mereka pun pergi ke kantin. Padahal belum waktunya istirahat, tapi mereka sudah ke kantin. Guru sedang rapat dan tidak mungkin ketahuan kalau mereka keluar dari kelas.

"Mau apa?" tanya Aidan.

"Pengen bubur ayam sama es jeruk."

"Loh kok makan bubur? Lagi sakit?" tanya Aidan sambil meletakkan tangannya di dahi Kana.

"Ya enggaklah. Kamu kira orang sakit aja yang makan bubur? Aku lagi males ngunyah aja."

"Males ngunyah? Sini aku yang ngunyahin," ucap Aidan sambil tersenyum jahil. Kana pun langsung memukul lengan Aidan pelan.

"Bu Rani! Bubur ayam dua sama es jeruk dua!" teriak Aidan pada Bu Rani yang cukup jauh dari tempat mereka duduk.

"Siap!"

"Kok kamu makan bubur juga?" tanya Kana heran.

"Biar sama dong," ucap Aidan sambil tersenyum. Ia menopang wajahnya dengan kedua tangannya dan memandang Kana lekat-lekat.

"Kamu gak inget atau gak tahu sih, Dan?" tanya Kana.

"Apaan?"

"Gak jadi," ucap Kana kesal. Kana seketika badmood karena Aidan tidak peka sama sekali.

***

"Na, kamu pulang sama Indra ya. Aku ada urusan," ucap Aidan sambil menggendong tasnya.

"Loh kok tumben? Urusan apa?"

"Ada pokoknya penting," ucap Aidan yang terlihat buru-buru.
"Ndra, nitip Kana ya," ucap Aidan sambil menepuk-nepuk pundak Indra, lalu pergi begitu saja meninggalkan Kana yang masih menatapnya heran.

"Gue baliknya sama Jordan aja, Ndra."

"Gak boleh. Aidan nyuruhnya lo sama gue."

"Ya udah deh."

Indra dan Kana pun berjalan menuju parkiran dimana Indra parkir. Di koridor, Kana melihat Jordan, Sam, dan Dimas. Kana langsung berjalan cepat dan mengejutkan mereka dari belakang.

"Dor!" teriak Kana. Jordan, Sam, dan Dimas terlonjak kaget karena Kana berteriak tepat di belakang mereka.

"Anjir lo, Na!" teriak mereka serempak.

"Kalian jarang benget kelihatan," ucap Kana sambil tersenyum tanpa dosa.

"Lo aja yang asik pacaran. Gue mau nyapa lo, tapi takut digampar pacar lo," gerutu Sam kesal.

"Bener tuh. Bahkan saking asiknya pacaran, gue lewat gak disapa, dilirik aja enggak," ucap Dimas sambil memasang wajah sedihnya.

"Aidan mana?" tanya Jordan karena melihat Kana yang datang bersama Indra bukannya Aidan.

"Ada urusan katanya."

"Ngomong-ngomong gue sama para kampret ini duluan ya, ada urusan penting nih," ucap Sam.

"Semuanya ada urusan. Sok sibuk banget," gerutu Kana kesal.

"Maaf, ya. Urusan gebetan," ucap Dimas.

"Duluan ya, Na," pamit mereka berbarengan. Mereka pun pergi dari hadapan Kana yang masih merasa kesal.

"Dasar bucin!" teriak Kana.

"Mampir di minimarket bentar ya, Na. Gue mau beli sesuatu," ucap Indra. Kana mengangguk mengiyakan.

Update tanggal 24 Januari 2020 pukul 20.26

Aidan's Trap (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang