Kana pergi untuk menghampiri Aidan. Tapi saat Kana sudah sampai di sana, Kana tidak melihat Aidan. Kemana Aidan?
"Kana..." panggil seseorang yang ada di belakang Kana. Kana menoleh begitu namanya dipanggil.
"Eh Aidan, kok kamu sendiri?"
"Aku emang sendiri dari tadi. Indra sama Elvan gak tahu ke mana," ucap Aidan.
"Loh bukannya tadi..." Kana diam.
"Eh enggak papa."
"Nyari aku?" tanya Aidan. Kana mengangguk.
"Aku kangen. Tadi kan gak ketemu," ucap Kana sambil nyengir.
"Jalan-jalan yuk, bosen."
"Kemana?"
"Ya sekitar sini atau kita foto-foto yuk. Kita kan belum pernah foto bareng," ucap Kana.
"Enggak deh aku gak suka foto," ucap Aidan.
"Kamu pernah foto sama Kak Misha, tapi pas aku ajakin enggak mau," ucap Kana dalam hati. Tidak sengaja Kana melihat Misha sedang memandangi foto di ponselnya. Kana lewat dan tidak sengaja melihat itu. Di foto itu terlihat Aidan merangkul Misha. Kana yang melihat itu ingin rasanya membanting ponsel Misha dan menjambak rambut Misha, tapi Kana tahan.
"Sekali aja, please. Pertama dan terakhir deh," ucap Kana.
"Terakhir... iya terakhir. Aku gak tahu kapan jantung aku berhenti berdetak," batin Kana.
"Enggak suka, Kana. Mending jalan-jalan aja deh," ucap Aidan. Cowok itu tampak badmood. Entah karena Kana yang memaksanya atau karena memiliki masalah lain.
"Ya udah deh jalan-jalan," ucap Kana. Kana menaruh ponselnya di saku jaket yang ada di depan. Kana sengaja mengaktifkan kameranya dan merekam momen itu tanpa pengetahuan Aidan.
"Aidan, gandeng," ucap Kana sambil mengulurkan tangannya. Aidan menurut dan menggandeng tangan Kana. Wajah Aidan yang tampak datar membuat Kana bingung. Biasanya Aidan pasti sempat tersenyum.
"Aidan, kamu ada masalah?" tanya Kana.
"Enggak ada," ucap Aidan. Mereka berkeliling menikmati pemandangan alam yang indah itu.
"Kenapa kok kayak badmood gitu?"
"Enggak papa, Kana. Gak usah bawel deh," ucap Aidan kesal.
"Iya maaf kalau aku bawel. Aku gak nanya-nanya lagi deh. Jangan marah ya. Kamu serem kalau marah," ucap Kana menunduk. Aidan tampak frustasi dan mengacak-acak rambutnya kesal.
"Ya udah kita seneng-seneng sekarang. Lupain yang tadi," ucap Aidan sambil tersenyum. Senyum itu tulus kah?
"Emmm ayo!" ucap Kana semangat.
"untuk yang terakhir," gumam Aidan yang tidak didengar oleh Kana karena Kana sibuk memandangi langit yang mulai berubah warna menjadi oranye.
"Langitnya indah," ucap Kana sambil tersenyum.
"Nanti Kana bakalan terbang ke sana," ucap Kana sambil terkekeh. Entah apa yang lucu.
"Jangan ngaur," ucap Aidan.
"Enggak ngaur kok. Kata Ayah, Bunda aku terbang ke langit," ucap Kana dengan polosnya. Aidan tertegun. Aidan bahkan baru tahu kalau ibunya Kana telah tiada. Setidakpeduli itukah Aidan pada Kana yang berstatus pacarnya?
"Bunda kamu?"
"Iya Bunda aku udah meninggal. Sakitnya kayak aku. Jadi, gak lama lagi aku juga bakalan nyusul Bunda," ucap Kana polos.
"Kana!" bentak Aidan tidak sadar. Aidan tidak tahu kenapa Aidan merasa tidak suka dengan ucapan Kana. Aidan yang tadinya menggenggam tangan Kana menjadi menghempaskan tangan Kana dengan kasar.
"Aidan kok marah sih?" tanya Kana sambil memegang tangan Aidan yang tadi menghempaskannya. Aidan tidak mau memandangnya. Kana berjinjit dan memegang kedua pipi Aidan dengan lembut, lalu menuntun Aidan agar melihat matanya.
"Mata kamu indah banget, tapi kalau marah tajem banget, serem. Aku takut," ucap Kana. Aidan menghela napas dan menatap Kana lembut. Aidan tersenyum. Kana juga ikut tersenyum.
"Aidan jangan marah-marah lagi, ya," ucap Kana.
"Jangan ngomong aneh-aneh kayak tadi. Aku gak suka," ucap Aidan. Kana menurunkan tangannya dan duduk di bawah tanpa beralaskan apapun. Biarlah celananya kotor.
"Semua bakalan mati. Aku tinggal nunggu aja," ucap Kana.
"Kana! Jangan ngomong gitu, please."
"Kenapa?"
"Aku gak mau kamu ninggalin aku," ucap Aidan. Kemudian Aidan duduk di samping Kana.
Komennya dong biar semangat🤗
Update tanggal 27 Desember 2019 pukul 12.59
KAMU SEDANG MEMBACA
Aidan's Trap (END)
Roman pour AdolescentsKanafa Nia Lovata, punya penyakit jantung yang sering kambuh. Hari pertama MPLS Kana diklaim sebagai pacar Aidan Dimarka Arion. Kana akui Kana memang terpesona dengan Aidan. Tapi Kana yang polos membuat Kana tidak menyadari Aidan punya banyak paca...
