13. Asal Cantik

3.7K 254 16
                                        

"Ayah!" teriak Kana sambil memeluk ayahnya.

"Anak Ayah darimana aja? Ayah pulang malah kamu gak ada," ucap Ayah Kana sambil mengusap kepala Kana dengan lembut.

"Habis dari taman, Yah," ucap Kana. Kana duduk di samping ayahnya.

"Sama siapa ke taman?" tanya Galih, ayah Kana.

"Eh itu sama temen hehehe," ucap Kana sambil menggaruk pipinya yang tidak gatal.

"Sama temen? Yakin?"

"I-iya temen kok."

Tiba-tiba ada yang mengetuk pintu rumah. Padahal sudah ada bel. Galih bangun dari duduknya untuk membuka pintu karena Bi Darmi sedang ada di taman belakang.

"Permisi, Om," ucap orang itu.

"Siapa ya?" tanya Galih.

"Aidan?" Kana terkejut karena kedatangan Aidan. Padahal Kana sudah melihat Aidan pergi setelah mengantarkannya pulang.

"Ini ketinggalan di mobil," ucap Aidan sambil memberikan Kana alat pendeteksi jantungnya. Ini pasti karena tas Kana tadi terjatuh dan membuat barang-barang Kana berserakan. Kana mengambil itu dan tersenyum canggung.

"Kana gak pakai alatnya?" tanya Galih. Padahal Galih sudah sering mengingatkan Kana agar selalu memakainya. Kana hanya diam tidak tahu harus berbuat apa.

"Saya pamit ya, Om," ucap Aidan sambil tersenyum.

"Gak mau mampir dulu?" tanya Galih.

"Enggak deh, Om. Kapan-kapan aja," ucap Aidan.
"Aku pulang ya, Na," ucap Aidan sambil tersenyum pada Kana. Kana hanya mengangguk.

Aidan pun pergi. Kana sudah bersiap untuk diinterogasi oleh ayahnya karena kedatangan Aidan.

"Pacar ya?" tanya Galih. Kana mengangguk malu-malu.
"Tadi bilang temen."

"Ya kan malu, Ayah."

"Pakai selalu, ya. Ini demi kebaikan kamu," ucap Galih sambil memakaikan Kana alat pendeteksi jantungnya.

"Kana gak suka, Yah. Kalau Kana deg-degan alatnya bunyi sendiri walaupun Kana gak kambuh," ucap Kana kesal.

"Ingat apa kata dokter," ucap Galih.

"Iya, Yah. Kana pakai."

***

Malam ini Kana hanya tiduran di kasurnya sambil bermain ponsel. Kana ingin menghubungi Aidan. Tapi Kana gengsi. Akhirnya setelah sekian lama bergulat dengan pikirannya, Kana memilih untuk menepis rasa gengsinya.

Kana

Aidan

Tak lama kemudian Aidan membalas pesan Kana.

Aidan❤️

Knp Na?

Kana

Gak tidur? Udh malem loh

Aidan❤️

Gak bisa. Lagi mikirin kamu😅

Kana

Apaan sih ☺️

Aidan❤️

Besok aku jemput ya. Gak ada penolakan.

Kana

Siapa yang mau nolak coba?🤣

Aidan❤️

Biasanya nolak. Ya udah tidur sana udah malem.

Kana

Good night😊

Aidan❤️

Good night too😘

***

Setelah chating dengan Kana, Aidan ke kamar mandi dan hendak mandi. Padahal sudah malam dan Aidan belum mandi.

"Woy Aidan! HP lo bunyi nih! Berisik!" teriak Alwan. Aidan yang sedang mandi pun mematikan shower saat mendengar teriakan Alwan.

"Ngapain lo di kamar gue?" tanya Aidan dari dalam kamar mandi.

"Gue tidur di sini. Kamar gue banyak nyamuk," ucap Alwan.

"Ngapain lo teriak-teriak tadi?"

"Cewek lo nelpon nih," jawab Alwan.

"Cewek gue yang mana?" tanya Aidan.

"Misha, tapi udah mati lagi."

"Biarin aja dulu. Gue udah mau selesai," ucap Aidan lalu melanjutkan mandinya yang sempat tertunda.

Tak lama kemudian Aidan selesai mandi. Ia keluar menggunakan piyama berwarna abu sambil mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.

"Mana HP gue?"

Alwan mengambil ponsel Aidan yang ada di sampingnya, lalu memberikannya kepada Aidan.

"Gila lo, Dan. Kontak lo penuh sama nama cewek. Isi emot love lagi semuanya," ucap Alwan heran.

"Iri bilang aja," ucap Aidan sambil tersenyum miring. Alwan hanya memutar bola matanya jengah, lalu kembali ke aktivitasnya yaitu chating dengan Virla.

"Halo, Sha. Kenapa nelepon?"

"Besok bisa jemput aku gak?"

"Waduh Kana curiga pasti kalau gue ngajak Misha," batin Aidan.

"Aku janjian sama Kana, gimana dong?"

"Yahhh..."

"Tapi bodo amat sih mau Kana curiga kek," batin Aidan lagi.

"Eh ya udah deh aku jemput besok," ucap Aidan.

"Makasih, sayang. Love you!"

"Love you too."

Aidan pun mematikan ponselnya. Tidak begitu susah rasanya punya banyak pacar. Buktinya Aidan santai saja padahal Misha tahu bahwa Aidan punya pacar yang lain.

"Lo selingkuh atau gimana sih, Dan?" tanya Alwan.

"Gue gak selingkuh kali. Cuma punya pacar banyak aja," ucap Aidan terkekeh.

"Ngomong-ngomong tentang cewek yang pernah lo bawa ke rumah itu—"

"Kenapa dia?"

"Dia tahu lo punya pacar selain dia?" tanya Alwan.

"Oh iya anjir gue baru sadar. Cuma dia yang belum tahu gue punya pacar lain. Dia emang gak peka atau pura-pura gak peka ya?"

"Dan, gue rasa dia bukan orang yang tepat buat lo mainin deh. Polos gitu orangnya," ucap Alwan.

"Bodo amat. Yang penting dia cantik. Asalkan dia cantik, dia harus jadi milik gue," ucap Aidan.

Update tanggal 24 Desember 2019 pukul 09.35 AM

Aidan's Trap (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang