"Kapan kau akan menceraikan ku?"
Sepasang mata hitam pria bermarga Choi itu sontak membeliak lebar dengan tubuh menegang kaku. Ada suatu keinginan dari dalam hati Siwon untuk menolak dan tidak ingin mempercayai pendengarannya. Pertanyaan Yoona sungguh di luar dari ekspektasi Siwon yang awalnya sempat mengira jika Yoona akan berubah pikiran dengan menerima ajakan jalan jalan ataupun ajakan makan di luar darinya.
Tapi kenapa gadis ini malah bertanya tentang 'kapan Siwon akan menceraikannya?'
"Apa? Ka______kau______" Siwon tampak gugup dan suaranya seolah terhenti di tenggorokan.
Seperti yang Yoona pikir, menurutnya tidak ada yang salah dengan pertanyaan itu bukan?
Wajar saja jika Yoona bertanya mengenai hal itu, setelah mendengar langsung apa yang di katakan Siwon pada Yuri. Terlebih lagi, sekarang ini Yoona juga sangat membutuhkan sebuah kepastian. Sebelum rasa cinta Yoona terhadap Siwon semakin berkembang dan jatuh terlalu dalam.
Jadi sekali lagi, pertanyaan yang Yoona ajukan pada Siwon tidak salah bukan?
Gadis mana yang tidak akan merasa sakit hati, bila mendengar suami yang mulai di cintainya akan segera menceraikannya demi wanita lain yang merupakan kekasihnya.
Dengan Yoona bertanya demikian, mungkin saja Siwon tidak akan lagi berpikir plin plan. Setidaknya Siwon juga akan sadar untuk segera menentukan pilihannya. Tentang keinginan apa yang sebenarnya di inginkan oleh pria bermarga Choi itu ke depannya.
Biarkan saja hati Siwon sendiri menuntun serta menentukan semua keputusan yang akan Siwon pilih nanti. Dengan kata lain Yoona juga telah ikut membantu Siwon untuk segera menentukan pilihan, antara istri yang sebenarnya sangat Siwon cintai atau kekasih yang hanya sekedar Siwon kasihani.
"Kenapa suara mu berubah gagap seperti itu?"
"It____itu karena kau!" tunjuk Siwon. "Aku tidak tahu dan tidak paham dengan apa yang baru saja kau katakan. Apa maksud mu?"
"Hah , aku percaya jika sebenarnya kau tahu apa maksud ucapan ku dengan sangat baik. Pertanyaan ku juga terdengar cukup jelas, tuan Choi! Tapi baiklah, sekali lagi aku akan mengulangi pertanyaan ku. Kapan kau akan menceraikan ku, Choi Siwon?" ulang Yoona, sambil meletakkan pisau dan garpu di atas piring berisi waffle milik Siwon. Gadis itu menyandarkan tubuh kurusnya dan terlihat melipat kedua tangan di depan dada, menunggu sebuah jawaban.
Seketika itu juga Siwon bisa merasakan dunianya seakan hampir runtuh, begitu kembali mendengar pertanyaan Yoona yang beberapa detik lalu gadis itu lontarkan untuknya. Lidah rasanya kelu dengan mulut yang terkunci rapat. Dadanya bergemuruh hebat, seolah terhantam suatu benda yang begitu besar dan sangat keras. Perasaan sesak seketika itu juga terasa melingkupi hati Siwon. Bahkan kini seolah pria itu tidak dapat menemukan udara untuk mengisi rongga di dalam paru paru miliknya.
Rasanya begitu sesak dan sakit secara bersamaan.
Siwon dengan tergesa meraih gelas berisi air putih yang masih menyisakan setengah gelas di dalamnya. Meminumnya dalam sekali teguk, hingga tandas tak bersisa. Nafas pria Choi itu tersengal naik turun menahan gejolak kemarahannya. Tampak juga mata elangnya menatap tajam ke arah Yoona, sedangkan gadis itu justru membalas tatapan Siwon dengan dahi berkerut.
Tatapan hangat yang akhir akhir ini selalu Siwon dapatkan dari Yoona, kini tidak lagi terlihat dari sorot mata rusa sang gadis. Tatapan mata Yoona saat ini tampak kembali seperti saat awal pertama kali Siwon bertemu dengan Yoona.
Tatapan sinis penuh permusuhan.
Jika saja Yoona mau berkata dengan jujur, sebenarnya gadis itu merasa takut mendapatkan tatapan setajam itu dari Siwon.
